-->

sponsor

sponsor
gudnyus
16 Mei 2019, 10:46 WIB
Last Updated 2019-05-16T04:11:19Z
Insight

Cara Kerja Internet of Things (IoT)

Advertisement

Gudnyus.id - Cara kerja dari Internet of Things (IoT) yaitu setiap benda harus memiliki sebuah alamat Internet Protocol (IP). Alamat Internet Protocol (IP) adalah sebuah identitas dalam jaringan yang membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, alamat Internet Protocol (IP) dalam benda-benda tersebut akan dikoneksikan ke jaringan internet.

Saat ini koneksi internet sudah sangat mudah didapatkan. Dengan demikian pengguna dapat memantau benda bahkan memberi perintah (remote control) kepada benda tersebut dengan koneksi internet. Setelah sebuah benda memiliki alamat IP dan terkoneksi dengan internet, pada benda tersebut juga dipasang sebuah sensor.

 Sensor pada benda memungkinkan benda tersebut memperoleh informasi yang dibutuhkan. Setelah memperoleh informasi, benda tersebut dapat mengolah informasi itu sendiri, bahkan berkomunikasi dengan benda-benda lain yang memiliki alamat IP dan terkoneksi dengan internet juga. Terjadi pertukaran informasi dalam komunikasi antara benda-benda tersebut.

Setelah pengolahan informasi selesai, benda tersebut dapat bekerja dengan sendirinya, atau bahkan memerintahkan benda lain juga untuk ikut bekerja. Hal ini merupakan kelebihan dari IoT. Di masa yang akan datang, teknologi voice command dapat dimanfaatkan di perkantoran.

Kondisi perangkat yang dipakai dalam bentuk monitor dapat dilihat, yang merupakan awal dari perkembangan teknologi yang dapat dipakai dan otomatisasi di kantor. Mungkin di masa yang akan datang teknologi bisa dipakai untuk memantau, dan memerintahkan peralatan kantor untuk konservasi energi yang optimal.

Baca juga: Sejarah Internet of Things (IoT)

IoT mampu menghubungkan miliaran atau triliun benda-benda yang memiliki IP melalui internet, sehingga ada kebutuhan kritis akan arsitektur berlapis fleksibel. Semakin banyak jumlah arsitektur yang diajukan belum terkonvergensi menjadi model referensi.

Sementara itu, ada beberapa proyek seperti Internet of Things (IoT-A) yang mencoba merancang arsitektur bersama berdasarkan analisis kebutuhan peneliti dan industri. Teknologi nirkabel mewakili daerah pertumbuhan dan kepentingan yang berkembang pesat untuk menyediakan akses ke jaringan yang ada di berbagai tempat. WLAN berdasarkan standar IEEE 802.11 sedang diimplementasikan terus-menerus di

Rumah dan Broadband Wireless (BW) juga merupakan teknologi nirkabel yang sedang berkembang yang bersaing dengan Digital Subscriber Line (DSL). Menurut Armando Roy Delgado et al., secara logis tentang pengelolaan data dengan menggunakan salah satu element IoT yaitu remote control. Tetapi teknologi nirkabel dalam otomasi harus dilaksanakan dengan hati-hati.

Beberapa elemen IoT seperti RFID (Radio Frequency Identification), WSN (Wireless Sensor Network), WPAN (Wireless Personal Area Network), WBAN (Wireless Body Area Network), HAN (Home Area Network), NAN (Neighborhood Area Network), M2M (Machine to Machine), CC (Cloud Computing), dan DC (Data Center)

Semua elemen itu memiliki pengaruh dalam kehidupan seperti proses penginderaan IoT berarti mengumpulkan data dari benda-benda terkait di dalam jaringan dan mengirimkannya kembali ke warehouse, database atau cloud. Elemen IoT ini merupakan bagian dari Internet Communication Technology untuk melakukan identifikasi, penginderaan, komunikasi dan perhitungan.

Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis untuk mengambil tindakan spesifik berdasarkan layanan yang dibutuhkan. Sensor IoT bisa berupa sensor cerdas, aktuator atau perangkat penginderaan yang dapat dipakai.

Baca juga: Perkembangan dan Manfaat IoT

Perusahaan seperti Wemo, Revolv dan SmartThings menawarkan smart hub dan aplikasi mobile yang memungkinkan orang untuk memantau dan mengendalikan ribuan perangkat dan peralatan cerdas di dalam gedung menggunakan ponsel cerdas mereka Single Board Computers (SBCs) yang terintegrasi dengan sensor dan built-in IP dan fungsi keamanan biasanya digunakan untuk mewujudkan produk IoT, seperti Arduino Yun, Raspberry PI, BeagleBone Black dan lain sebagainya.

Perangkat seperti ini biasanya terhubung ke portal kontrol data pusat untuk menyediakan data yang dibutuhkan dan data yang diperoleh selanjutnya dimanfaatkan untuk membuat keputusan dan bereaksi sesuai dengan data yang diperoleh. Proses ini biasanya meliputi: menemukan sumber data, memanfaatkan sumber data, memodelkan informasi, mengenali dan menganalisa data.


sumber : Wilianto & Ade Kurniawan
Sejarah, Cara Kerja dan Manfaat Internet Of Things
Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Politeknik Negeri Bali, Vol. 8, 2018