Iklan

gudnyus
16 Agustus 2019, 12:46 WIB
Last Updated 2019-08-20T05:54:09Z
Insight

7 Fakta dan Peristiwa Penting Dibalik 17 Agustus 1945

Advertisement

Gudnyus.id – Taukah kalian bahwa banyak hal yang tidak diketahui dibalik kemerdekaan kita pada 17 Agustus 1945 dan sekarang Ibu pertiwi akan memasuki usianya yang ke – 74. Begitu bayak peristiwa yang tidak terduga, dan pengorbanan yang begitu besar, mungkin tidak tercatat dalam sejarah. Namun kali ini kami akan memberikan beberapa fakta yang jarang orang ketahui.

1. Kemerdekaan Dilakukan Setelah Jepang Dibom Oleh Amerika
Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya setelah tahu bahwa jepang menyerah tanpa syarat dari amerika akibat perang dan bom atom yang dijatuhkan di dua kotanya hirosima dan Nagasaki, setelah tau akan hal itu golongan muda Indonesia mendesak Presiden Soekarno dan wakilnya Moh Hatta untuk segera memproklamasikan.

2. Naskah Proklamasi Yang Ditulis Langsung oleh Seokarno, Dibuang Ke Tong Sampah
 Naskah asli Proklamasi yang ditulis tangan oleh  Soekarno, dan didikte oleh Moh Hatta, serta diketik dan disalin oleh Sayuti Melik, ternyata tidak dijadikan arsip  Negara, namun tulisan tangan itu langsung dibuang ke tong  sampah dirumah Laksamana Maeda, pada tanggal 17 agustus 1945 dini hari.

Untunglah ada seorang Wartawan BM. Diah,  yang kala itu memungut naskah tersebut dengan segera, lalu dibawa dan disimpan dengan baik. Setelah menunggu kondisi kondusif dan aman pada tahun 1992 naskah tersebut diberikan kepada pemerintahan soeharto, dan dijadikan sebagai arsip negara.

3. Presiden Soekarno Dalam Keadaan Sakit Saat Pembacaan Proklamasi
Beberapa jam sebelum pembacaan proklamasi Soekarno mengalami deman tinggi yang tak kunjung turun hingga pembacaan proklamasi tiba, ia terkena penyakit malaria. Namun semangat yang berapi – api tidak menyurutkan langkahnya untuk membacakan naskah proklamasi dengan tegas dan gagah berani

4. Upacara Dilaksanakan Dengan Sangat Sederhana
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilangsungkan dengan sangat sederhana bahkan dibilang sangat miris, upacara dilaksanakan tanpa ada persiapan yang matang, seperti tanpa adanya protokol, tak ada korps musik, dan tak ada pancaragam. Tiang benderanya pun dibuat dari batang bambu, dan ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara.

5. Datangnya 5 Opsir Jepang Yang Meminta Pembatalan Proklamasi
Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari pasukan Jepang yang mungkin bisa saja datang secara tiba – tiba dan meracau. Benar saja, beberapa jam setelah Proklamasi dikumandangkan datang 5 opsir Jepang yang menuntut pembatalan kemerdekaan.

Namun dengan sigap, para pemuda segera menghalau pasukan Jepang dan mengamankan lokasi pengibaran bendera. Lima opsir ini di bawah perintah seorang Gunseikan, dan meraka akhirnya menyerah melawan pemuda dan dakhirnya pergi meninggalkan lokasi.

6. Foto-Foto Dokumentasi Pembacaan Proklamasi Disembunyikan di Bawah Pohon
Foto-foto Proklamasi yang kini kita bisa lihat adalah berkat kerja keras dua bersaudara, Frans Mendur dan Alex Mendur. Mereka bekerja sebagai fotografer di harian Asia Raya. Mereka berhasil mengambil 3 foto, film negatifnya langsung mereka sembunyikan di bawah pohon lebih tepatnya dikubur dibawah pohon. Foto kala itu hanya bisa menghasilkan dua warna hitam dan putih, hitam putih itu dapat kita saksikan sampai saat ini berkat muslihat Frans Mendur.

Saat Tentara Jepang ingin merampas klise itu dari tangannya, ia berbohong dengan mengatakan, bahwa klise itu telah ia serahkan kepada Barisan Pelopor atau lebih dikenal dengan sebutan Barisan Perjuangan. Mendengar hal itu Tentara Jepang marah. Padahal klise itu ia kubur dibawah pohon dihalaman Kantor Harian Asia Raja. Setelah Tentara Jepang pergi, Frans segera mengambil klise dan segera di afdruk, lalu di publish, sehingga dapat dilihat oleh mata Dunia hingga saat ini.

7. Diberita Kemerdekaan Pertama Kali Disebar Bukan dari RRI
Pada saat itu teknologi belum secanggih sekarang, tidak mungkin kemerdekaan disebarkan lewat foto melalui media sosial dan mengunggahnya ke internet. Hanya ada 2 cara adalah lewat koran namun apabila lewat koran akan sangat lama sampainya dan bisa tidak menyeluruh dan cara lain adalah lewat siaran radio,  radio sayang Hoso Kyoku (yang sekarang RRI).

Adam Malik, seorang pemuda yang bekerja di kantor berita Domei (sekarang ANTARA), berjasa penuh atas penyebaran berita baik ini. Ia menyiarkan teks Proklamasi ke berbagai wilayah lewat saluran kawat atau morse cast. Sedangkan RRI baru bendiri pada tanggal 11 September tahun 1945.

Gimana nambah dong pengetahuan kalian tentang kemerdekaan, ingatlah dibalik sesuatu yang kita alami pasti ada makna yang tersirat dan menjadi sejarah tersendiri bagi kita, apalagi sebesar kemerdekaan yang kita rasakan sampai saat ini, mereka berjuang demi bangsa dan negaranya tanpa pernah memikirkan pamrih sedikit pun, dengan apa adanya pada saat itu, dengan kesulitan, kepedihan yang mereka alami sebisa mungkin mereka memerdekakan negara ini.

Mereka juga tidak ingin negerinya diberikan kemerdekaan, meraka ingin negara ini merdeka dengan usahanya sendiri. Tidak perlu kita ikut berperang seperti dulu kita cukup menghargai jasa mereka dan belajar dari masa lalu, agar kejadiaan dulu (dijajah) tidak terjadi lagi. Satu pesan yang cukup menyaat dari bapak proklamator “ lebih mudah melawan penjajah dari pada melawan bagsa sendiri ”.