Iklan

Bhama
12 Desember 2019, 12:24 WIB
Last Updated 2019-12-12T05:24:08Z
Insight

100 Quotes Seputar Kopi

Advertisement


Gudnyus.id – Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan. Diantara banyaknya pohon kopi hanya dua pohon kopi yang dikenal secara umum yakni kopi robusta dan kopi arabika.

Tanaman kopi merupakan sebuah tanaman yang hasil akhirnya bisa menghasilkan sejuta kebahagiaan bagi penikmatnya mulai  dari tercipta beribu kata bijak, kata motivasi dan kata-kata yang inspiratif.

Kopi memang menjadi minuman favorit tidak hanya di Indonesia namun di beberapa negara di belahan dunia. Kegiatan ngopi seakan sudah menjadi kegiatan wajib untuk ngumpul bareng teman-teman sambil nongkrong dan bercengkerama satu sama lainnya.

Secangkir kopi dipercaya dapat merekatkan persahabatan, dibalik sedapnya kopi ada banyak kalimat yang menggugah jiwa kita. Kalimat-kalimat itu bisa kita gunakan untuk keperluan media sosial dan lain sebagainya.

Kopiku saat ini mungkin sama dengan sikapmu. Semakin dingin dan amat pahit.

Kau adalah rasa rindu yang kutuang dalam secangkir kopi, pahit bagiku sudah tiada arti lagi.

Kebahagiaan itu aroma kopi, hangat, dan tak kenal tepi.

Secangkir kopi hitam lebih jujur ketimbang kamu. Ia pahit tapi tidak menyembunyikan rasanya. Ia hitam tanpa malu menyembunyikan warnanya.

Biarlah kunikmati pagi ini tanpamu, dengan secangkir kopi cukup mewakili hadirmu, lekat dan nikmat seperti senyum lugumu.

Aku harap kita bisa berada di satu meja, ditemani secangkir kopi dengan aroma yang berbeda, membahas mimpi, bercengkrama menyusun rencana, dan mungkin kita bisa memulainya dengan cincin yang mungkin akan melingkar dijari kita, agar hubungan kita tak selamanya jadi wacana.

Kamu adalah seseorang yang hanya bisa kunikmati lewat kata dan aksara antara manis pahitnya secangkir kopi yang kuhirup.

Jika kamu hanya sekedar singgah, berilah aku kopi. Jangan beri aku hati.

Hiduplah seperti kopi. Yang akan tetap diciintai tanpa harus menahan rasa pahitnya.

Kopi dan waktu selalu mengajarkan bahwa berjuang tak secepat menikmati hasil.

Sebenarnya bukan hanya segelas kopi saja yang ingin kunikmati ssetiap pagi. Tapi juga kamu

Secangkir kopi ini yang menemaniku dalam sebuah harapan tentang manisnya penantian.

Dibalik cangkirmu, ada malu-malu yang kau simpan untukku, aku tahu.

Aku ingin tetap mencintaimu, seperti kopi yang menerima rasa pahitnya.

Jangan ada lagi air mata yang runtuh dari langit matamu, buang semua kelam kedalam kopi panas yang akan kita nikmati bersama.

Kuseduh kopi bersama sejuk embun dipelukan. Berharap bersulang kenikmatan dan mengendapkan ampas rindu dalam ingatan.

Karena dari kopi kita belajar sesuatu yang pahit bisa dinikmati.

Saat kita sudah tidak lagi berbincang, secangkir kopi bisa selesai dan mencairkan suasana.

Untuk hati yang patah, segeralah merekah. Untuk jiwa yang sepi, segeralah minum kopi

Semua ada pasangannya. Rasa Kopi manis dengan pahit, mawar dengan duri dan jatuh cinta dengan patah hati.

Aku bukanlah pecinta kopi. Aku hanyalah penikmat kopi biasa yang kurang memahami tentang jenis dan rasa kopi. Hanya saja, aku merasa lebih tenang saat menikmati kopi, setenang saat aku berada didekatmu.

Barangkali pada suatu saat. Ada kesempatan untuk menikmati kopi berdua. Tiada ucap kecuali sepasang tatap. Yang berharap untuk saling melekat, menetap. Inspirasi kopi.

Sudahlah, taruh dulu HPmu. Tutup sementara bukumu. Lupakan sementara masalahmu. Kubuatkan kopi dulu, lagu clasik itu. Biarkan pula melantun. Diluar masih hujan. Ayo ngopi dulu. Sembari menertawakan lucunya dunia dan indahnya bumi ini.

Biji kopi yang sama bisa menjadi citarasa yang berbeda ditangan yang berbeda. Sama halnya dengan jatuh cinta. Kisahnya akan berbeda dengan orrang yang berbeda pula.

Segelas kopi adalah yang paling enak bagi mereka yang menginginkan manisnya penantian.

Hanya segelas kopi yang tahu hitam yang selalu kotor dan yang pahit tidak selalu lezat.

Kopi apa yang paling pahit? Kopilih dia dari aku.

Ngopi dulu mblo. Biar pas nikung pacar orang nggak ngantuk.

Biarkan cangkirku berkataa bahwa rindu itu memiliki arti ingin bersamamu hadapan cangkir ini.

Kopi yang tersedu menawarkan kenikmatan. Dia datang menawarkan sebuah kehangatan.

Kalau secangkir kopi mampu menghapus rindumu. Mampirlah sejenak hanya untuk melepas  rindu itu.

Kamu terlalu sibuk cari yang banyak harta. Sampai mengabaikan penikmat kopi ini. Yang senantiasa berusaha memberikan kamu segalanya.

Rindu ini telah mengendap ikhlas walau tak terbalas. Seperti endapan kopi yang tak pernah diteguk.

Sesempurna apapun kopi yang kamu buat. Kopi tetaplah kopi. Yang memiliki sisi pahit. Yang tidak akan pernah mungkin bisa kamu sembunyikan

Sabar itu seperti halnya meminum kopi. Pahit di pangkal namun manis di penghujung. Nikmatnya akan terasa.

Bicara kopi bicara kehidupan, kita manusia yang terlahir dengan sulit, dan tapi tak pernah mau mengenal rasa pahit

Tak perlu diksi untuk sebuah puisi, bagiku secangkir kopi adalah kalimat hati yang tertuang indah tanpa ilusi.

Senja di teras kota, kunikmati kopi pahit tanpa gula, bahagia ini sungguh sederhana.

Kopi pahit mengajarkanku menyikapai masa yang sulit, ini tentang rasa, hanya lidah yang bicara.

Ku memilih pahit untuk kopi hitamku, ku harap engkau memaklumi pilihanku, sebab begitulah cara kita bertukar rasa dan rindu.

Karena kopi tak pernah memilih siapa yang pantas menikmatinya. Karena dihadapan kopi kita semua sama

Nikmatilah kopimu, pertahankan nikmatnya, dan nikmati setiap kenikmatan yang tersaji disitu. Seseuatu yang ada di dalamnya, seperti filsafat.

Janji kosong itu ibarat kopi robusta yang dikasih gula. Semakin dikasih gula, semakin manis semakin semakin pahit.

Tentang hubungan mungkin aku selalu gagal. Entah sampai kapan saja aku tak tahu. Yang jelas saya menikmati secangkir kopi setiap hari, dan itu membuat saya menjadi tenang.

Aku ini hanya secangkir kopi. Memberi kehangatan dan kenikmatan sementara. Jika Tuhan tidak menghendaki, aku hanya cairan biasa saja, yang siapapun tidak mau menjamahnya.

Gula mampu merubah kopi menjadi manis. Lalu siapa yang membuat kamu selalu tersenyum manis ?

Entah kenapa kopi pertama malam ini sedikit pahit, seperti cinta yang terlalu kerdil untuk dianggap

Selamat pagi, jangan lupa ngopi, sebab pahitnya kenangan pun perlu dinikmati

Malam ini kuseduh kopi hangat, menemani kesunyian yang ada, bersama rindu yang semakin terasa.

Beruntung bagi yang dapat tersenyum karena indahnya senja, menikmati ramahnya kopi, sabar menanti hujan reda, dan menumpuk kumpuan rindu.

Jika gemerlap dunia yang tersaji di hadapanmu membuat tenang, maka hanya dengan secangkir kopi aku jauh lebih tenang

Salah satu cara untukku menantimu tanpa bosan adalah dengan menyantap manisnya kopi sembari menyeruputnya dalam-dalam

Barangkali Tuhan menciptakan adanya kopi agar kita bisa saling berkawan

Cinta seperti halnya kopi, akan semakin sempurna jika rasanya pahit

Cairan hitam pekat yang pahit, sama dengan pahitnya kehidupan dan sindiran mertua

Cuman secangkir kopi yang memberikan rasa manis, bukanlah janji dari bibir yang terucap manis

Terdengar lirih ucapanmu diantara bayangmu seperti segelas kopi panas yang sedang ku aduk

Kopi kental malam ini membuat semuanya terasa indah saat kamu merindukan seseorang dan dia membalasnya.

Mengaduk kopi, mengadu sepi, dan berkisah lagi tentang patah hati. Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi.

Kopi pertama dipagi ini. Manis seperti pertemuan setelah penantianpanjang, pahit seperti perpisahan yang selalu berjuang-buru.

Akan ada akhirnya hidupmu hanya akan ditemani oleh secangkir kopi.

Kurang atau lebih, setiap rejeki harus dirayakan dengan secanfkir kopi.

Cinta itu bebas, namun cinta juga tak bisa dipaksakan. Cinta menyatukan dua perbedaan seperti gula dan kopi yang saya isi malam ini.

Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini ada sama seperti kopi banyak yang dinikmati walau pahit.

Kau bagaikan kopi. Tanpamu sepi, hadirmu melengkapi.

Denganmu, patah hati adalah sarapan ku setiap pagi sambil ditemani kopi yg kuseduh dngan air mata ku sendiri

Kopi pertama pagi ini. Harum, hitam. Seperti aromamu, di pertemuan kita yang tak sengaja, pada malam yang tak biasa.

Lupakan aku, katamu. Bagaimana bisa? Sedang pahit kopimu yang kautinggalkan di kelu bibirku: merasuk ke dasar jiwaku.

Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping

Rasa terlintas ketika halusinasi tak pernah lepas. Nikmat yang tiada terbatas saat bibir menyentuh segelas kopi yang manis

Menyeduh kopi dengan air mata yang cukup panas, menghasilkan kepulan masa lalu dari manisnya kenangan, pahitnya ditinggalkan

Kopi selalu jujur akan pahitnya ,dan membuat kita sadar bahwa yang manis tak selalu berakhir indah.

Kopi punya cerita. Hitam tak selalu kotor. Pahit tak harus sedih

Hilangkan kopi di badanmu dengan menyeduh kopi hitam kupu-kupu agar tercipta inspirasi barumu.

Aku suka kopi, karena ia memberiku ilusi bahwa kau disini

Jika pahitpun harus kuperjuangkan, mengapa rasa manis yang kau tinggalkan harus dibayar mahal

Tuhan maafkan kami. Meskipun hampir setiap hari ngopi, namun sering sampai tidak mengetuk nurani.

Seperti cangkir kopi yang bulat. Rinduku tentangmu selalu sama takkan ada ujungnya.

Pesanlah kopi terpahit dengan kenangan termanismu, genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia. Niscaya kopi yang kau persan tak akan sepahit kehilangan.

Dibandingkan kamu, aku lebih suka merindukan secangkir kopi, karena dia tak pernah dusta atas nama rasa.

Tak dapat kubayangkan. Saat kau berbahagia dengan dua cangkir latte di meja sedang aku dalam secangkir tubruk, bersemayam didasarnya

Kopi ini meruncing ingatanku. Saat aku dulu terbawa rasa yang kau tancapkan tanpa alasan

Kopi bukan sekedar aroma atau sejenisnya. Tetapi tentang bagaimana memainkan rasa akankah iya lama atau sekedar saja.

Sederhana adalah gaya hidup. Sedangkan kopi adalah tentang teman menghidupkan hidup

Terlalu lama kau diamkan kopimu, sama seperti terlalu lama kau diamkan aku hingga rasa ini menjadi dingin

Tiap kopi yang tertuang, selalu menyisakan kenang yang kembali datang.

Andai kita bisa sedekat bibir dengan cangkir, mungkin tak ada lagi harap yang tersingkir

Kau tak akan pernah mendapatkan rasa kopi tanpa meminumnya. Kau tak akan bisa mendapatkan khusu tanpa menjalankan shalat.

Jadilah seperti kopi pagi ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.

Lengkap sudah terasa ketika langit mendung menyapa.

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Satu langkah kecil dari sebuah niat baik mampu membawa kita menuju sesuatu yang di luar imajinasi.

Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.

Lu sama gue tuh ibarat hati sama kepala. Hati sama kepala selalu punya masalahnya sendiri-sendiri, tapi yang satu gak bakalan bisa survive tanpa yang lain.

Persahabatan kita itu kayak kopi tubruk, permukaanya kasar. Tapi ketika lu cium, terus kenal lebih dalem, lu ngga akan bisa ngelupain itu.

Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

Kamu itu ibarat aroma kopi harus namun tidak sejalan dengan rasa yang kau beri

Kopi Panas atau dingin sama saja tergantung bagaimana kamu meikmatinya

Kamu itu indah kalau dipandang sama kayak kopi indah kalau cuman dipamdang tapi isinya kita tidak tau

Memang benar kata orang melepaskan diri dari beban dan penatnya hidup didunia, tidak semudah meneguk kopi, namun dengan secangkir kopi kita dapat melupakan sejenak penat dan beban yang ada.

Karena kopi selalu menemukan penikmatnya, dia tidak tau dan takkan pernah tau, yang terpenting adalah kenikmatan dan ketulusan seseorang tidak dapat diukur oleh orang lain, hanya dia dan tuhan yang tau. Begitu pula kopi.