-->

Iklan

Bhama
18 Maret 2020, 06:27 WIB
Last Updated 2020-06-20T06:39:48Z
InsightOpini

Demi Atasi Pandemi Corona, Bersabarlah Tetap Di Rumah Selama 14 Hari

Advertisement

Gudnyus.id - Virus Covid-19 atau lebih dikenal sebagai virus corona telah membuat seluruh Dunia panik dan memcekam, dengan penyebaran yang sangat cepat virus ini mampu menyebar ke seantero Dunia salah satunya Italia, bahkan Italia telah merilis korban tewas sebanyak 368 orang, angka tersebut merupakan rekor dalam satu hari kasus tewas akibat terinfeksi Covid-19. Jumlah yang terinfeksi telah mencapai 24.747 jiwa, dan telah membunuh 1.809 jiwa di Italia hingga senin (16/3).

Hal ini membuat Italia masuk nomor dua urutan sebagai negara tertinggi kasus kematian akibat virus corona tepat dibawah China dan disejumlah negara telah melakukan Lockdown. Sementara itu di Indonesia sendiri disampaikan langsung oleh Presiden Indonesia memberikan  arahan untuk kerja, belajar, dan beribadah dari rumah serta tidak membuat dan mendatangi pusat keramaian selama 14 hari. Kenapa Harus 14 hari?  yuk kita simak dibawah.

Kenapa harus 14 hari, banyak yang bertanya-tanya Apakah 14 hari mampu menyelamatkan atau bahkan menyembuhkan? Menurut Dokter Reisa Broto Asmoro melalui video singkatnya memaparkan bahawa Masa penularan virus corona (COVID-19) minimal 2-14 hari sampai muncul gejala.

Artinya orang itu bisa tetap merasa sehat meski ternyata sudah terinfeksi virus COVID-19 dalam artian ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksi dengan Covid-19, maka harus ditunggu minimal 14 hari, apabila tidak terjadi apa-apa maka orang tersebut dikatakan aman.

Atau jika seseorang bepergian ke mal, tempat rekreasi, dan rumah saudara serta lainnya, seandainya sewaktu jalan-jalan di hari ke-10 dan tertular ke orang lain atau tempat yang dikunjungi, mungkin di hari ke-14 belum ada tanda-tanda sakit. Jika merasa tidak sehat seperti demam lebih dari 37,5 derajat Celcius, batuk, pilek, tenggorokan sakit, gangguan pernapasan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selama 14 hari ini disebut isolasi atau masa inkubasi, dalam penyebarannya virus membutuhkan masa inkubasi Istilah inkubasi mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang. Kata ini menjadi kata yang sering disebut namun yang perlu diketahui, bahwa sebagian virus yang masuk ke dalam tubuh manusia membutuhkan masa inkubasi sampai muncul gejala tertentu terkait virus tersebut.

Apa itu masa inkubasi?, masa inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan virus untuk berkembang sehingga dapat menimbulkan gejala pada orang yang terjangkit. Artinya, orang yang tertular virus tidak langsung menimbulkan gejala-gejala tertentu.

Orang tersebut akan terlihat biasa saja, sebagaimana orang sehat lainnya. Padahal di dalam tubuhnya terdapat virus. Hal yang paling berbahaya dari kenyataan itu, seseorang yang terjangkit virus dan belum menunjukkan gejala apapun tetap bisa menularkan virus.

Menurut WHO, virus Corona memiliki masa inkubasi selama 1-14 hari. Oleh sebab itu, penting dilakukan isolasi selama 14 hari untuk menyelesaikan masa inkubasi tersebut. Sehingga setelah masa isolasi berakhir, orang-orang yang terjangkit virus sudah menunjukkan gejala dan mudah dideteksi.

Jadi dimohon dengan sangat untuk megikuti arahan Demi kebaikan bersama, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan dimana dilamnya terdapat sebuah tradisi dinegara kita yaitu Mudik, jangan sampai gara-gara ulah kita tidak mengikuti arahan pemerintah untuk kesehatan (isolasi selama 14 hari), masyarakat Indonesia tidak dapat mudik akibat virus yang tidak cepat teratasi.

Di kutip dari akun Rahma Anggriani
"Libur 14 hari untuk memotong rantai penularan, ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing2 selama 14 hari itu, kenapa? Contoh, seorang anak mulai libur tgl 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pd hari ke-15.

Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan-jalan, mengunjungi kumpulan orang, atau ketempat saudara, ke mall dll, seandainya dia jalan2 di hari ke 10 dan tertular Covid-19 di tempat yg ia kunjungi, mungkin pada hari ke 14/15 belum ada tanda2 dia sakit, tetapi dia sudah membawa Covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkan, andai dia masuk sekolah pada hari ke 15 dst.

Maka 14 hari libur sekolahnya itu, tidak ada gunanya, penularan terjadi juga di sekolah, efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus. Untuk itu, semua orang harus bekerjasama, semua warga Indonesia harus membantu, warga harus kompak, yaitu patuh untuk tidak kemana-mana dalam 14 hari itu kecuali untuk hal yang sangat perlu.

Waktu 14 hari itu, berguna untuk saling pantau, jika ada orang yg menunjukkan gejala2 menderita serangan Covid-19, bisa segera ditangani dan penularan stop hanya pada dia, karena dia tidak kontak dengan orang lain dalam 14 hari itu. Jadi, mari kita mengisolasi diri, untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin pula dalam skala besar untuk umat manusia".

Waktu 14 hari dirumahkan yang diberlakukan oleh Pemerintah bukanlah semata-mata memberikan kebebasan untuk warganya beraktivitas diluar rumah, namun untuk membantu dan memudahkan Pemerintah mendeteksi, membedakan, dan menanggulangi virus corona secara menyeluruh agar warga negaranya dapat beraktivitas normal kembali tanpa perlu merasa khawatir.

Mohon untuk dipatuhi jika bukan dari diri kalian sendiri untuk melawan virus corona maka siapa lagi, mulailah dari diri sendiri, ini akan jauh lebih baik.