-->

Iklan

gudnyus
9 Agustus 2020, 07:22 WIB
Last Updated 2020-08-09T02:31:01Z
Kabar BaikLiterasi

10 prioritas nasional dalam inisiatif “Making Indonesia 4.0”

Advertisement


Gudnyus.id - Hampir  seluruh  sektor  manufaktur  Indonesia  menghadapi  tantangan  yang  serupa,  mulai  dari  ketersediaan   bahan   baku   domestik   hingga   kebijakan   industri.   Beberapa   faktor   yang   menghambat  industri  Indonesia  seringkali  bersifat  lintas  sektoral. 

Oleh  karenanya,  Making  Indonesia  4.0  memuat  10  inisiatif  nasional  yang  bersifat  lintas  sektoral  untuk  mempercepat  perkembangan industri manufaktur di Indonesia.

1. Perbaikan alur aliran barang dan material
Indonesia bergantung pada impor bahan baku maupun komponen bernilai tinggi, khususnya di sektor kimia, logam dasar, otomotif, dan elektronik. Indonesia akan memperkuat produksi lokal pada sektor hulu dan menengah melalui peningkatan kapasitas produksi dan percepatan adopsi teknologi.  Indonesia  akan  mengembangkan  rancangan  jangka  panjang  untuk  perbaikan  alur  aliran barang dan material secara nasional dan menyusun strategi sumber material.

2. Desain ulang zona industri
Indonesia telah membangun beberapa zona industri di penjuru negeri. Indonesia akan mengop-timalkan kebijakan zona-zona industri ini termasuk menyelaraskan peta jalan sektor sektor yang menjadi fokus dalam Making Indonesia 4.0 secara geografis, serta peta jalan untuk transportasi dan  infrastruktur.  Untuk  mengoptimalkan  penggunaan  lahan,  Indonesia  akan  mengevaluasi  zona-zona industri yang ada dan akan membangun satu peta jalan zona industri yang kompre-hensif dan lintas industri.

3. Mengakomodasi standar-standar keberlanjutan (sustainability)
Komunitas  global  telah  menyuarakan  kekhawatiran  terkait  keberlanjutan  di  berbagai  sektor.  Indonesia  melihat  tantangan  keberlanjutan  sebagai  peluang  untuk  membangun  kemampuan  keberlanjutan  berbasis  teknologi  bersih,  EV,  biokimia,  dan  energi  terbarukan.  Oleh  karenanya,  Indonesia akan berusaha memenuhi persyaratan keberlanjutan di masa mendatang, mengidenti-fikasi  aplikasi  teknologi  dan  peluang  pertumbuhan  ramah  lingkungan,  serta  mempromosikan  lingkungan  yang  kondusif  (termasuk  peraturan,  pajak  dan  subsidi)  untuk  investasi  yang  ramah  lingkungan.

4. Memberdayakan UMKM
Hampir  70  persen  tenaga  kerja  Indonesia  bekerja  untuk  usaha  mikro,  kecil,  dan  menengah  (UMKM).  Pemerintah  Indonesia  berkomitmen  untuk  mendukung  pelaku  usaha  UMKM  dengan  membangun  platform  e-commerce  untuk  UMKM,  petani  dan  pengrajin,  membangun  sentra  sentra teknologi (technology bank) dalam rangka meningkatkan akses UMKM terhadap akuisisi teknologi, dan memberikan dukungan mentoring untuk mendorong inovasi.

5. Membangun infrastruktur digital nasional
Untuk  mendukung  Peta  Jalan  Making  Indonesia  4.0,  Indonesia  akan  melakukan  percepatan  pembangunan  infrastruktur  digital,  termasuk  internet  dengan  kecepatan  tinggi  dan  digital capabilities dengan  kerjasama  pemerintah,  publik  dan  swasta  untuk  dapat  berinvestasi  di  teknologi digital seperti cloud, data center, security management dan infrastruktur broadband. Indonesia  juga  akan  menyelaraskan  standar  digital,  sesuai  dengan  norma-norma  global,  untuk  mendorong kolaborasi antar  pelaku industri sehingga dapat mempercepat transformasi digital.

6. Menarik minat investasi asing
Indonesia perlu melibatkan lebih banyak pelaku industri manufaktur terkemuka untuk menutup kesenjangan  teknologi  dan  mendorong  transfer  teknologi  ke  perusahaan  lokal.  Untuk  mening-katkan FDI, Indonesia akan secara aktif melibatkan perusahaan manufaktur global, memilih 100 perusahaan  manufaktur  teratas  dunia  sebagai  kandidat  utama  dan  menawarkan  insentif  yang  menarik, dan berdialog dengan pemerintah asing untuk kolaborasi tingkat nasional.

7. Peningkatan kualitas SDM
SDM  adalah  hal  yang  penting  untuk  mencapai  kesuksesan  pelaksanaan  Making  Indonesia  4.0.  Indonesia  berencana  untuk  merombak  kurikulum  pendidikan  dengan  lebih  menekankan  pada  STEAM   (Science, Technology, Engineering, the   Arts,   dan   Mathematics),   menyelaraskan   kurikulum pendidikan nasional dengan kebutuhan industri di masa mendatang. Indonesia akan bekerja sama dengan pelaku industri dan pemerintah asing untuk meningkatkan kualitas sekolah kejuruan,  sekaligus  memperbaiki  program  mobilitas  tenaga  kerja  global  untuk  memanfaatkan  ketersediaan SDM dalam mempercepat transfer kemampuan.

8. Pembangunan ekosistem inovasi
Ekosistem inovasi adalah hal yang penting untuk memastikan keberhasilan Making Indonesia 4.0. Pemerintah Indonesia akan mengembangkan cetak biru pusat inovasi nasional, mempersiapkan  percontohan  pusat  inovasi  dan  mengoptimalkan  regulasi  terkait,  termasuk  diantaranya  yaitu  perlindungan  hak  atas  kekayaan  intelektual  dan  insentif  fiskal  untuk  mempercepat  kolaborasi  lintas sektor diantara pelaku usaha swasta/BUMN dengan universitas.

9. Insentif untuk investasi teknologi
Insentif  memiliki  potensi  untuk  menggerakkan  inovasi  dan  adopsi  teknologi.  Oleh  karena  itu,  pemerintah Indonesia akan mendesain ulang rencana insentif adopsi teknologi, seperti subsidi, potongan   pajak   perusahaan,   dan   pengecualian   bea   pajak   impor   bagi   perusahaan yang berkomitmen  untuk  menerapkan  teknologi  4IR.  Selain  itu,  Indonesia  akan  meluncurkan  dana  investasi  negara  untuk dukungan pendanaan tambahan  bagi  kegiatan  investasi  dan  inovasi  di  bidang teknologi canggih.

10. Harmonisasi aturan dan kebijakan
Indonesia  berkomitmen  melakukan  harmonisasi  aturan  dan  kebijakan  untuk    mendukung  daya  saing industri dan memastikan kordinasi pembuat kebijakan yang erat antara kementerian dan lembaga terkait dengan pemerintah daerah.