-->

Iklan

gudnyus
13 Agustus 2020, 20:02 WIB
Last Updated 2020-08-13T13:02:43Z
KaryaRagam

Kekuatan Magis Qatar Mengubah Padang Pasir Menjadi Kota Futuristik

Advertisement

Gudnyus.id - Qatar merupakan sebuah negara emirat di Timur Tengah yang terletak di Teluk Persia. Qatar hanyalah negara kecil berbentuk semenanjung dengan luas tidak lebih dari 12.000 km2 yang berbatasan dengan Arab Saudi di selatan dan sisanya dengan Teluk Persia.

Namun, siapa sangka negara kecil ini ternyata adalah negara terkaya saat ini dilihat dari keseimbangan kemampuan berbelanja (purchasing power parity) per kapita sebesar $138.910. Artinya adalah rata-rata setiap orang di Qatar memiliki kemampuan berbelanja hingga $138.910 atau sekitar Rp2.040.000.000.

Dahulu Qatar hanyalah negara miskin di padang pasir, dengan suhu panas yang selalu mengancam tidak banyak yang dapat dilakukan Qatar untuk membangun perekonomian negaranya. Qatar hanya mengandalkan sektor perikanan karena banyak warga Qatar yang berprofesi sebagai nelayan.

Selain itu Qatar juga dikenal sebagai penghasil mutiara, namun industri mutiara mulai jatuh saat Jepang mampu membudidayakan mutiara pada tahun 1920an dan 1930an.

Setelah merasakan krisis ekonomi, Qatar seperti mendapat sebuah mukjizat. Tahun 1940an Qatar menemukan cadangan minyak bumi yang melimpah. Simpanan minyak bumi yang dimiliki Qatar diperkirakan sebesar 15 milliar barel atau 2,4 km3.

Sektor utama dari Qatar berubah sangat signifikan karena harga minyak dan gas bumi yang begitu mahal di pasar dunia. Sekarang Qatar merupakan salah satu eksportir minyak dan gas bumi terbesar di dunia.

Qatar mulai gencar melaksanakan pembangunan setelah mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1971. Tidak sampai setengah abad Qatar mampu menyihir padang pasir yang tandus menjadi kota futuristik dengan tatanan yang indah.

Hal tersebut tidak terlepas dari pemerintahan Qatar yang mampu memanfaatkan cadangan minyak bumi yang sudah dianggap sebagai harta warisan Qatar dengan sangat baik. Dampak pembangunan ini juga membuka jalan bagi Qatar untuk mengembangkan sektor lain yaitu pariwisata sehingga tidak terlalu bergantung kepada cadangan minyak bumi.

Bangunan di Qatar banyak yang memiliki keunikan tersendiri, bangunan ikonik di Qatar yaitu Burj Doha yang berbentuk seperti jagung dan Aspire Tower yang merupakan bangunan tertinggi di Qatar setinggi 300 meter.

Bangunan pencakar langit memang lebih banyak terdapat di Doha yang merupakan ibukota dari Qatar. Total bangunan yang memiliki tinggi diatas 150 meter yaitu 35 bangunan dan semuanya terletak di Doha.

Qatar juga memiliki sebuah pulau buatan berbentuk untaian anggur yang bernama The Pearl seluas 14 km2. Saat ini Qatar mencanangkan untuk membuat kota pintar yang semuanya akan terintegrasi dengan sistem teknologi bernama Lusail City.

Pembangunan di Qatar bisa dikatakan merata ke semua aspek termasuk olahraga. Fasilitas olahraga di Qatar sangat lengkap dan berteknologi tinggi. Qatar memiliki Aspire Academy Sports Dome yang merupakan salah satu stadion olahraga terbesar didunia. Di dalamnya terdapat track olahraga lari, kolam renang, lapangan sepak bola, lapangan basket, dan olahraga lainnya.

Qatar pun memiliki Lusail International Circuit yang bisa digunakan untuk MotoGP maupun F1. Sedangkan untuk stadion sepakbola, Qatar memiliki salah satu stadion sepakbola terbesar di dunia yaitu Lusail Iconic Stadium yang berkapasitas 80.000 penonton yang nantinya akan menjadi stadion final pada Piala Dunia 2022.

Saat ini kota Doha yang merupakan ibukota Qatar mendapat julukan “New Manhattan” karena tingkat pembangunan infrastruktur yang sangat tinggi. Dengan melihat prestasi Qatar dapat menjadi pembelajaran bahwa “Menjadi yang teratas dapat dilakukan meskipun memulai dari yang terbawah”.

Apakah negara lain mampu mengikuti jejak Qatar yang bisa bertransformasi dari negara miskin menjadi negara paling kaya di dunia?

Penulis: Abdullah Affandi