-->

Iklan

gudnyus
15 Agustus 2020, 11:30 WIB
Last Updated 2020-08-17T10:16:55Z
KaryaRagam

Rasanya jadi Manusia Purba di Far Cry Primal

Advertisement


Gudnyus.id - Game open world bisa dikatakan merupakan game yang paling banyak diminati. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sangat tertarik untuk memainkan game open world karena kebebasan yang diberikan. Secara umum game open world bisa diartikan dimana kita sebagai pemain bebas untuk menjelajahi setiap sudut peta pada game tersebut tanpa harus terikat oleh suatu misi tertentu.

Seri Grand Theft Auto dianggap sebagai game open world paling populer dimana hampir semua orang pasti mengetahui game tersebut. Kebanyakan game open world saat ini menyuguhkan kita untuk menjelajah kota modern yang begitu luas dan menawarkan berbagai kendaraan yang bisa digunakan, namun apa jadinya jika kita menjelajah hutan yang luas dengan peralatan yang begitu primitif?. Hal ini lah yang coba diimplementasikan oleh Ubisoft Entertainment dimana mereka membuat sebuah game yang bernama Far Cry Primal.

Far Cry Primal merupakan sebuah game open world yang memiliki sistem mekanis sama persis seperti game open world lainnya yaitu mengutamakan kebebasan pemain. Namun Far Cry Primal menawarkan sesuatu yang lebih yang tidak dimiliki oleh game lain, yaitu setting waktu dan tempat game tersebut.

Far Cry Primal memiliki latar pada tahun 10.000 SM saat awal periode Mesolitik di sebuah tempat di Eropa Tengah. Karena berlatar pada masa prasejarah tentu dapat menjadi daya tarik tersendiri yaitu bisa memberikan kita gambaran bagaimana keadaan bumi pada tahun 10.000 SM. Salah satunya bisa melihat hewan-hewan prasejarah seperti mamut, serigala dire, beruang gua, singa gua, badak berbulu wol, rusa irlandia, dan kucing bergigi pedang (smilodon). Beberapa hewan juga bisa kita naiki seperti mamut sebagai pengganti kendaraan di era modern.

Latar prasejarah yang ada di game Far Cry Primal membuat semuanya menjadi serba primitif. Mulai dari konflik yang akan mengangkat tentang perang suku, berburu, bertahan hidup dari lingkungan yang begitu keras, dan bahkan bahasa yang ada di game ini juga memakai bahasa buatan yang dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti bahasa prasejarah.

Karena hal ini lah agar bisa mengetahui jalan cerita dari gamenya kita harus melihat subtitle. Senjata yang dapat kita gunakan untuk bertarung dan berburu juga merupakan senjata primitif, seperti gada yang terbuat dari batu, kapak tradisional, tombak, dan busur panah tradisional sebagai satu-satunya senjata jarak jauh.

Di game ini kita akan berperan sebagai seorang lelaki bernama Takkar yang merupakan anggota dari suku Wenja. Takkar merupakan seseorang yang terpilih secara ajaib dan ditakdirkan untuk membawa suku Wenja menuju kemakmuran dan kedamaian. Karena kekaguman dukun setempat akan kemampuan Takkar menaklukan burung hantu, Takkar dinobatkan menjadi seorang Beast Master. Selain suku Wenja, terdapat suku lain yaitu suku Udam dan suku Izila. Merekalah yang akan menjadi musuh utama dalam game ini.

Suasana primitif dalam Far Cry Primal dipadukan dengan visualisasi yang menawan di dalam game benar-benar memberikan angin segar bagi penggemar game open world, dan menjadikannya sebagai game yang patut dicoba. Bagian terbaik dari Far Cry Primal yaitu bisa menjinakkan hewan buas untuk dijadikan partner berburu ataupun sebagai tunggangan.

Jika ingin menikmati lebih jauh jalan cerita dari Far Cry Primal silahkan memainkan gamenya, dan kita akan mengetahui lebih dalam tentang interaksi yang dilakukan antara manusia dengan alam. Far Cry Primal dirilis pada tahun 2016 lalu dan tersedia di Playstation 4, Xbox One, dan Microsoft Windows.  

Penulis: Abdullah Affandi