-->

sponsor

sponsor
gudnyus
22 September 2020, 17:00 WIB
Last Updated 2020-09-26T18:45:12Z
Literasi

Manajemen Biaya Agar Bisnis Semakin Besar

Advertisement


Gudnyus.id - Bisnis bisa dikatakan memperoleh keuntungan saat pendapatan yang diterima melebihi pengorbanan dalam usaha memenuhi kebutuhan pelanggan.Pengertian Biaya (Cost) dalam konteks akuntansi sebagai penyedia informasi adalah hasil pengukuran dalam unit moneter suatu objek dan cost tercipta karena adanya kejadian ekonomik dalam suatu unit organisasi.

 

Menurut American Accounting Association biaya ialah suatu pengorbanan dari sumber yang bersifat ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang akan terjadi, untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam menjalankan bisnis, beberapa hal di bawah ini haruslah direncanakan dengan baik.

Analisis Biaya Operasional


a.    Menganalisis Biaya Operasional
Analisis biaya ini juga akan membantu Anda dalam menetapkan harga yang menguntungkan atas hasil produk usaha Anda dan menghitung laba yang dapat diperoleh nantinya. Analisis biaya kemudian akan menjadi rancangan anggaran operasional perusahaan Anda.

b.    Membuat Catatan Keuangan
Catatan keuangan sederhana terdiri dari pemasukan dan pengeluaran. Ia merupakan laporan pelaksanaan dari rancangan biaya operasional yang sudah Anda buat sebelumnya. Melalui catatan ini, Anda dapat melihat apakah modal digunakan sesuai dengan anggaran, terutama mengontrol agar anggaran terserap dengan optimal dan tidak mendatangkan kerugian.

Contoh Penggunaan Ms. Excel untuk Catatan Keuangan


c.    Menghitung Keuntungan dan Kerugian
Cara sederhana dalam menghitung keuntungan dan kerugian adalah dengan mengurangi biaya produksi yang Anda keluarkan dengan hasil penjualan produk. Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu Anda dalam menetapkan target keuntungan dan meminimalisasi risiko kerugian yang dapat saja terjadi. 

 

Penting juga untuk diingat bahwa Anda harus memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. Pemisahan kedua jenis keuangan akan memudahkan Anda dalam menganalisis keuntungan dan kerugian usaha Anda.

Perbedaan  Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung
Penggolongan biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan.  Pemisahan biaya berdasarkan obyek sangat bermanfaat bagi manajemen untuk mengendalikan biaya, membantu dalam menganalisis biaya apabila terjadi inefisiensi dengan menentukan dimana biaya tersebut terjadi. Biaya ini terdiri dari:

a.    Biaya langsung (Direct cost)
Biaya langsung merupakan biaya yang dapat diidentifikasi ke suatu obyek biaya tertentu, sebab biaya tersebut hanya dikeluarkan untuk manfaat obyek biaya itu sendiri. Biaya ini dapat langsung dihubungkan dengan obyeknya.

Contoh biaya langsung antara lain adalah biaya bahan baku dan biaya upah langsung.

b.    Biaya tidak langsung (Indirect cost)

 Biaya tidak langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk lebih dari satu obyek biaya dan tidak dapat ditelusuri ke salah satu obyek biaya tertentu. Untuk itu, pemebebanan biaya ini ke berbagai obyek biaya menggunakan alokasi tertentu.

Contoh dari biaya ini adalah biaya sewa gedung untuk beberapa departemen, merupakan biaya tak langsung departemen dan akan dilakukan ke masing-masing departemen berdasarkan luas lantai.