-->

Iklan

gudnyus
15 September 2020, 10:33 WIB
Last Updated 2020-09-17T03:35:00Z
BP Batam

Selama Masa Transisi Konsesi, BP Batam Percayakan PT Moya Indonesia Kelola SPAM

Advertisement

Gudnyus.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama dengan PT Moya Indonesia menjalin kerja sama dalam Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam pada Senin (14/9/2020) bertempat di Balairungsari BP Batam.

Penandatanganan nota kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dan kuasa Direktur Utama PT Moya Indonesia, Sjahrun Sjahmar Sikar dan Sutedi Raharjo, disaksikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dan Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto.

Pemilihan mitra penyelenggara operasional dan pemeliharaan selama masa transisi SPAM Batam adalah untuk mempersiapkan pengoperasian SPAM Batam sehubungan dengan berakhirnya kerja sama dengan PT ATB pada 14 November 2020 mendatang dengan melaksanakan pemilihan terkait kerja sama dengan badan usaha dalam penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan selama masa transisi SPAM Batam.

Kerja sama ini juga bertujuan memastikan pengoperasian SPAM Batam berjalan dengan baik, aman dan lancar, terutama dapat meminimalkan gangguan pelayanan kepada para pelanggan yang ada.

Pemilihan mitra kerja sama menggunakan metode pemilihan langsung. Untuk seleksi penetapan calon peserta, BP Batam, melalui Tim Pendukung menetapkan secara selektif peserta pemilihan langsung berdasar kriteria badan usaha tersebut sedang atau berpengalaman dalam melaksanakan pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan SPAM (meliputi IPA dan atau jaringan distribusi, sampai dengan pelayanan pelanggan) dengan kapasitas minimum 3.000 liter per detik di Indonesia.

Peserta yang mendaftarkan untuk mengikuti pemilihan pengelolaan masa Transisi SPAM Batam, antara lain PT Bangun Cipta Kontraktor/PT Adhya Tirta Batam, PT Moya Indonesia, PT. PP Infrastruktur, dan PT Suez Water Treatment Indonesia.

Ruang lingkup kerja sama ini antara lain pengendalian NRW dan menjamin ketersediaan air ke seluruh pelanggan, pengelolaan sistem penagihan dan pembacaan meter, pengelolaan sistem informasi pelanggan, pengelolaan SDM dan sarana dan prasarana dalam pengoperasian SPAM, penggunaan SDM yang berasal dari ATB yang menyatakan minat untuk bergabung dengan mitra, tanpa mengurangi hak karyawan yang diterima sebelumnya, dan pembiayaan opex dan capex.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengatakan, proses peralihan operator pengelolaan air minum ini, diharapkan dapat lebih menyempurnakan lagi pelayanan air bersih ke masyarakat.

Rudi juga berharap dalam pengelolaan ke depannya, PT Moya Indonesia harus bisa memberikan layanan terbaik dan memastikan tidak ada masalah dalam pelayanan ke masyarakat.

“Saya berharap pihak Moya bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat Batam. Pelayanan air selama ini sudah bagus, tapi saya mau lebih disempurnakan lagi,” ungkap Rudi.

Penandatanganan juga dihadiri oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, para pejabat struktural BP Batam Pejabat, para anggota Tim Persiapan Pengakhiran dan Perjanjian, Anggota Tim Pelaksanaan Kegiatan Task Force Pengakhiran Perjanjian PT ATB, Panitia Pemilihan Mitra Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi SPAM Batam, dan Tim Pendukung Persiapan dan Pengawasan Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi SPAM Batam.

Juga dihadiri jajaran manajemen PT Moya Indonesia, Himpunan Kawasan Industri (HKI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam, Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) , Batam Shipyard dan Offshore Association (BSOA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Gabungan Pelaksanaan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), dan Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO).