Bapakguru
28 Desember 2020, 08:33 WIB
Last Updated 2020-12-28T01:33:55Z
InfoKabar BaikPendidikan

Mayoritas Responden KPAI ingin Sekolah Tatap Muka

Advertisement

 

foto ilustrasi

 

JAKARTA - Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesa  (KPAI), Retno Listyarti berinisiasi melakukan survey singkat Persepsi Peserta Didik tentang rencana pemerintah membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021.



Survei singkat ini dibuat memang untuk mendengarkan suara anak-anak Indonesia, yang diikuti 62.448 anak dari 34 provinsi di Indonesia dengan sample aplikasi yang digunakan adalah google form dan penyebaran kuisioner survey dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dan Facecook (FB) dengan dibantu oleh penggiat pendidikan dan para guru dalam jaringan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).



Menurut Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan melalui pesan tertulis Senin (28/12/2020) kepada terkininews.com bahwa dari 62.448 responden mayoritas setuju sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021 yaitu sebanyak 48.817 siswa atau 78.17% dari total responden. Sedangkan yang tidak setuju hanya 6.241 siswa atau sekitar 10% dari total responden.



"Adapun yang menjawab ragu-ragu  mencapai 10.078 siswa atau sekitar 16,13% dari total responden". Kata Retno


Diketahui Para responden yang setuju pembelajaran tatap muka di buka pada Januari 2021, umumnya memberikan alasan sudah jenuh PJJ dan butuh variasi dengan pembelajaran tatap muka (PTM), terutama untuk praktikum dan membahas materi - materi yang sangat sulit yang tidak bisa diberikan melalui PJJ, hampir 56% responden yang setuju PTM menyatakan alasan ini, terutama siswa kelas 6 SD dan siswa kelas 9 SMP dan siswa kelas 12 SMA/SMK.


Para responden yang tidak setuju PTM di buka pada Januari 2021, umumnya  khawatir tertular covid 19 karena kasusnya masih tinggi di daerahnya, yang menyatakan alasan ini mencapai 45% responden yang menolak sekolah dibuka. Ada juga yang menyatakan meragukan kesiapan sekolahnya dalam menyediakan infrastruktur dan protocol kesehatan/SOP adapatasi kebiasaan baru (AKB) di sekolah di satuan pendidikan. Yang menyatakan alasan ini mencapai 40% responden.


"Survei dilaksanakan selama satu minggu, yaitu pada 11-18 Desember 2020 dengan  jumlah reponden atau partisipan peserta didik mencapai 62.448 siswa". Terang Retno



Lanjut responden anak laki-laki mencapai 55% dan responden anak perempuan hanya 45%. Adapun jenjang pendidikan yang berpartisipasi, yang terbesar adalah pendidikan dasar, yaitu siswa SD mencapai 28.164 anak  (45%) dan siswa SMP sejumlah 28.132 anak (46%). Siswa SMA yang berpartisipasi hanya 3.707 orang (5,6%), siswa SMK lebih banyak, yaitu 4.184 orang (6,7%), Sedangkan siswa SLB yang mengikuti survey  sebanyak 49 anak (0,08%).  Sisanya 900 anak berasal dari Madrasah (1,44%). 



Responden berasal dari 34 propvinsi, dengan mayoritas responden berasal dari pula Jawa. Adapun provinsi dengan peserta tertinggi, yaitu : DKI Jakarta sebanyak 28.020 siswa (44,86%); Jawa Tengah sebanyak 11.557 siswa (18,5%); Jawa Barat sebanyak 11.086 siswa (17,75%); Bali sebanyak 8.191 siswa (13,11%), Jawa Timur sebanyak 1887 siswa (2,5%); dan D.I Yogjakarta sebanyak 1278 siswa (2,04%).  Sedangkan Kalimatan Tengah juga cukup tinggi dengan jumlah responden mencapai 568 siswa; Sumatera Barat mencapai 480 siswa, Jambi sebanyak 409 siswa, NTB mencapai 249 siswa, Banten mencapai 234 siswa, Bengkulu mencapai 229 siswa. Selebihnya berasal dari provinsi lainnya. Tutup, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan (*/)

Sumber