gudnyus
21 Mei 2021, 16:00 WIB
Last Updated 2021-05-22T00:14:03Z
BP Batam

IPAL BP Batam akan Dilanjutkan Pembangunannya pada Juni 2021

Advertisement

 
Gudnyus.id - Pengerjaan proyek IPAL akan dilakukan kembali pada akhir Juni 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, Kamis (20/5/2021).

Ia mengatakan, untuk pengerjaan proyek tersebut diperlukan kordinasi intensif dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk pengurusan perpanjangan waktu pada addendum kontrak.

“Kontrak konstruksi sudah berakhir pada Desember 2020 lalu, sedangkan Loan Agreement berakhir Juni 2021. Progres konstruksi sampai Desember 2020 baru 90,5 persen karena terkendala pandemi Covid-19, hujan lebat, perubahan metodologi pengerjaan, dan hambatan teknis lainnya. Oleh karena itu perlu ada perpanjangan waktu. Prosesnya juga tidak sebentar, karena membutuhkan koordinasi dengan Kementerian Keuangan RI, BAPPENAS, reviu BPKP dan EDCF-Korea sebagai pemberi Loan,” jelas Iyus.

Meski demikian, saat ini perbaikan-perbaikan terhadap pipa yang telah terpasang terus dilaksanakan tanpa menunggu perpanjangan waktu.

Sedangkan untuk perpanjangan Loan Agreement sendiri telah diusulkan diperpanjang hingga Juni 2022.

“Progres 90,5 persen tersebut, khusus untuk penyelesaian 3,7 kilometer pipa utama di 7 lokasi yang berisiko tinggi yang menggunakan metodologi khusus dalam pengerjaannya, misalnya pipe jacking/boring, re-route pipa, pengamanan pipa dengan menggunakan batu miring di sungai sekaligus pelebaran dan normalisasi sungai di jalur pipa. Beberapa di antaranya adalah jalan di depan Ruko Royal Grande, hotel Lovina Inn, Perumahan Eden Park, Perumahan Grand Orchid, Perumahan Citra Indah, Baloi Ditpam, dan Perumahan Kembangsari,” kata Iyus.

Adapun IPAL yang berada di Bengkong Sadai dan 5 Stasiun Pompa telah rampung 100% dan akan beroperasi bila pemasangan pipa utama telah selesai.

“Opsi lainnya juga bisa kita lakukan secara paralel, misalnya, jika pemasangan pipa utama di satu perumahan rampung, langsung kita sambungkan alirannya ke IPAL Bengkong Sadai,” ujar Iyus.

IPAL Bengkong Sadai merupakan pusat pengolahan limbah rumah tangga (domestik) dari area Batam Centre dan ke depan untuk area Bengkong. Nantinya, limbah ini akan dikumpulkan ke stasiun pompa dan IPAL, kemudian diurai dan diolah menjadi pupuk dan air baku Dam untuk keperluan sehari-hari, setelah dinetralisir secara alami.

“IPAL ini masih tahap pertama, mengolah limbah dari kawasan Batam Center saja. Nanti untuk tahap berikutnya kita akan bangun IPAL di beberapa lokasi, seperti Sekupang, Batu Aji, Tanjung Uma, Kabil, dan lainnya,” kata Iyus.

Selanjutnya, Sambungan Rumah (SR) ke septic tank sebanyak 11.000 juga akan dikerjakan setelah pipa utama selesai. Sementara pipa sambungan di depan rumah yang saat ini sudah dikerjakan hampir 10.000 SR akan diteruskan mulai Juni 2021.

“Saat ini progres sambungan rumah mencapai 52,7 persen. Pipa sambungan di depan rumah hampir selesai, tinggal menyambungkan pipa tersebut ke masing-masing rumah,” terang Iyus.

Iyus mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan melakukan sosialisasi bersama dengan perangkat kelurahan, RT, RW dan tokoh masyarakat setempat sebelum melaksanakan proyek pembangunan IPAL.

Ia juga mengharapkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan stakeholder, karena proyek IPAL ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di Kota Batam sebagai tujuan investasi. (rud)