7 Mei 2026, 09:03 WIB
Last Updated 2026-05-07T02:03:25Z

Ketua PKS Kepri Prihatin Moral Pelajar dan Pendidik Kian Menurun

Advertisement



BATAM - Ketua DPW PKS Kepulauan Riau, Suryani, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

Ia menilai, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan hanya soal kualitas akademik, tetapi juga menurunnya pendidikan karakter di kalangan peserta didik maupun tenaga pengajar.

Menurutnya, berbagai kasus seperti bullying, kekerasan, pelecehan seksual hingga pergaulan bebas yang terjadi di sekolah dan kampus menjadi bukti bahwa pembinaan moral masih memerlukan perhatian serius.

“Kasus-kasus tersebut bahkan terjadi di lingkungan pendidikan yang selama ini dipandang favorit oleh masyarakat,” kata Suryani.

Sebagai konselor keluarga, ia juga menyoroti kesenjangan mutu pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil atau perbatasan yang hingga kini masih menjadi persoalan.

Ia menyebut keterbatasan fasilitas pendidikan, sarana pendukung, serta minimnya tenaga pendidik menjadi hambatan dalam penerapan kurikulum yang merata di seluruh daerah.

Akibatnya, kesempatan siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh peluang kerja dinilai menjadi tidak seimbang.

Selain itu, kesejahteraan guru yang belum merata juga dianggap berpengaruh terhadap kualitas proses belajar mengajar.

“Perbedaan kesejahteraan guru berdampak terhadap mutu pembelajaran dan berpotensi memperlebar kesenjangan sosial,” ujarnya.

Melalui peringatan Hardiknas 2026, Suryani berharap adanya perbaikan menyeluruh dalam sistem pendidikan nasional agar mampu mencetak generasi berprestasi sekaligus memiliki akhlak dan karakter yang baik.