21 Juli 2026, 10:52 WIB
Last Updated 2026-07-21T03:52:52Z
nasional

CDC dan Kemenkes gelar simulasi kesiapsiagaan wabah demam berdarah

Advertisement



DEPOK - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat bekerja sama dengan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar tabletop exercise (TTX) selama 7–9 Juli 2026 di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan menguji implementasi Prosedur Tetap (Protap) Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) dalam menghadapi potensi wabah demam berdarah.

Sebanyak 60 peserta dari tingkat nasional dan provinsi mengikuti simulasi tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari puskesmas, rumah sakit, laboratorium kesehatan masyarakat, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), hingga ASEAN BioDiaspora Virtual Center (ABVC). Dalam simulasi, peserta mempraktikkan berbagai tahapan penanganan kedaruratan, mulai dari deteksi dini, verifikasi kasus, analisis situasi, penilaian risiko, koordinasi lintas sektor, hingga pengelolaan sumber daya selama masa tanggap darurat.

Wakil Direktur CDC Indonesia, Ken Chen, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan langkah terbaik untuk mencegah wabah berkembang menjadi pandemi. Sementara itu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Sumarjaya, menekankan bahwa Protap PHEOC harus terus diuji melalui latihan berkala agar dapat berjalan efektif ketika kondisi darurat benar-benar terjadi. Melalui kerja sama ini, CDC dan Kementerian Kesehatan berharap kapasitas Indonesia dalam menghadapi ancaman penyakit dapat semakin kuat melalui koordinasi yang cepat, terstruktur, dan berbasis kesiapsiagaan.