31 Agustus 2026, 06:58 WIB
Last Updated 2026-08-30T23:58:34Z
Kepri

Misni Dorong Perempuan Kepri Jadi Cahaya Keluarga dan Kekuatan Pembangunan Daerah

Advertisement



KEPRI – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Misni, mendorong perempuan di daerah tersebut untuk terus meningkatkan kapasitas dan memberdayakan diri. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam membangun keluarga sekaligus menjadi bagian penting dari kemajuan Kepri.

Pesan tersebut disampaikan Misni saat menjadi narasumber Talk Show Pengarusutamaan Keluarga yang diselenggarakan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Kepri di Batam, Sabtu (29/8/2026).

Misni menyambut positif kegiatan yang dilakukan BIPEKA DPW PKS Kepri dalam mendorong pengarusutamaan keluarga. Ia juga mengaku bangga dapat hadir bersama para perempuan yang selama ini memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Misni menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimulai dari kemampuan memahami diri sendiri. Perempuan perlu mengenali sekaligus menerima dirinya sebelum mengambil berbagai peran di dalam keluarga dan masyarakat.

“Sebagai pribadi, setiap kita tentu memiliki target. Tetapi yakin dan percayalah bahwa Allah adalah master dalam sebuah perencanaan terhadap insan yang Allah ciptakan,” ujar Misni.

Ia meminta perempuan tidak langsung menganggap sebuah keadaan sebagai sesuatu yang buruk. Sebab, manusia tidak mengetahui keseluruhan rencana Allah SWT dalam setiap kejadian.

“Takdir yang menurut kita buruk, belum tentu buruk. Kita tidak tahu bahwa takdir yang Allah ciptakan itu justru merupakan yang terbaik,” katanya.

Perempuan Perlu Kuat Secara Personal

Misni mengatakan mengenali potensi dan kekuatan diri dapat membantu perempuan menentukan kontribusi yang mampu diberikan kepada keluarga maupun lingkungan.

Menurutnya, perempuan akan berhadapan dengan banyak lingkungan dalam kehidupan, mulai dari keluarga, masyarakat hingga organisasi. Karena itu, kekuatan personal menjadi modal penting agar berbagai peran dapat dijalankan secara optimal.

“Kalau individu tadi, diri kita sudah bahagia, maka insya Allah ketika masuk ke dalam rumah, keluarga sebagai institusi sosial terkecil, perempuan akan menjadi lilin atau cahaya di dalam rumah,” jelasnya.

Misni juga mengingatkan perempuan agar tidak mengabaikan persoalan pribadi. Menurutnya, setiap individu perlu belajar berdamai dengan diri sendiri dan menerima kondisi kehidupan yang dihadapi.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya kesehatan secara menyeluruh. Perempuan harus menjaga kesehatan fisik, mental dan spiritual secara bersamaan.

“Yang pertama harus sehat secara fisik. Yang kedua sehat mental. Dan yang terakhir sehat spiritual. Kalau sudah sehat fisik, sehat mental dan spiritual, insya Allah individu tadi akan kuat secara personal,” katanya.

Perempuan Jadi Bagian Penting Pembangunan Kepri

Menurut Misni, pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Kepri. Ia menyebut sekitar 49 persen penduduk Kepri merupakan perempuan.

“Artinya, perempuan 49 persen ini memang harus berdaya. Ketika 49 persen perempuan tidak berdaya, maka ini bukan menjadi beban, tetapi menjadi bagian yang harus kita bantu,” ujarnya.

Misni turut menyoroti pandangan yang menganggap perempuan yang berkarier dan aktif di ruang publik akan mengabaikan keluarga. Ia menilai pandangan tersebut tidak tepat karena perempuan mampu menjalankan berbagai tanggung jawab dalam kehidupan.

“Allah sudah menciptakan perempuan dengan berbagai kemampuan. Perempuan bisa menjalankan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan,” katanya.

Ia menambahkan, ukuran ketangguhan perempuan bukan terletak pada ada atau tidaknya persoalan dalam kehidupan. Menurutnya, perempuan tangguh adalah mereka yang mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang datang.

“Perempuan yang tangguh bukan berarti perempuan yang tidak pernah punya kendala. Justru ketangguhan itu terlihat bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan,” tuturnya.

Misni kemudian mengajak perempuan untuk tetap melibatkan Allah SWT dalam setiap perjalanan hidup. Menurutnya, berbagai persoalan akan lebih mudah dihadapi ketika kehidupan dijalani dengan keyakinan dan keikhlasan.

“Semua perjalanan tanpa Tuhan tidak akan mudah. Tetapi ketika semua ini kita libatkan Allah di dalamnya, insya Allah selesai juga. Jalani saja,” pungkasnya.