2 September 2026, 09:06 WIB
Last Updated 2026-09-02T02:06:01Z
Batam

Dengarkan Keluhan Driver Online, Wahyu Wahyudin: Negara Harus Hadir Beri Kepastian dan Keadilan

Advertisement



BATAM — Aspirasi para driver online di Kepulauan Riau mendapat respons tegas dari Wahyu Wahyudin, SE, MM. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap keberadaan ribuan pengemudi transportasi online yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat.

Respons tersebut disampaikan Wahyu setelah mendengar keluhan Jefry, Ketua Asosiasi Driver Online Batam (ADOB), dalam kegiatan reses. Jefry mengungkapkan bahwa driver online masih menghadapi ketidakpastian regulasi serta minimnya perlindungan hukum.

Menurut Jefry, driver online telah menjadi bagian penting dari sistem transportasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Namun, hingga kini mereka masih menantikan kepastian aturan yang dapat memberikan perlindungan bagi pengemudi.

“Pemerintah minim perhatian terhadap pelaku driver online di Kepri. Kami bekerja setiap hari melayani masyarakat, tetapi kepastian hukum dan perlindungan terhadap kami masih sangat lemah,” ungkap Jefry.

Wahyu menilai persoalan tersebut harus mendapat perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ia menegaskan keberadaan driver online tidak dapat dipandang sebelah mata karena memiliki kontribusi nyata terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian Kepri.

“Mereka bukan sekadar pengemudi. Mereka adalah bagian dari roda ekonomi Kepri. Ketika masyarakat membutuhkan transportasi yang cepat dan mudah, driver online hadir. Karena itu negara juga harus hadir memberikan kepastian, perlindungan dan keadilan,” tegas Wahyu.

Ia mendorong agar aspirasi ADOB dikawal melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait. Dengan demikian, regulasi transportasi online diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin kepentingan pengemudi, pengguna jasa dan perusahaan aplikator.

Persoalan yang disampaikan dalam reses mencakup perlindungan hukum, tarif, keselamatan, pola kemitraan, akses fasilitas publik hingga perlindungan sosial.

Wahyu menilai perkembangan teknologi transportasi harus diimbangi dengan regulasi yang adaptif.

“Jangan sampai teknologi transportasinya sudah maju, tetapi regulasinya tertinggal. Driver online harus mendapatkan kepastian hukum, perlindungan sosial dan perlakuan yang adil,” ujarnya.

Bagi Wahyu, reses merupakan bagian dari proses memperjuangkan suara masyarakat agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan. Aspirasi driver online pun diharapkan tidak berhenti di ruang dialog, tetapi berlanjut pada langkah nyata.

“DRIVER ONLINE BUKAN BAYANG-BAYANG — MEREKA ADALAH BAGIAN DARI RODA EKONOMI KEPRI!”