Iklan

gudnyus
27 September 2019, 18:53 WIB
Last Updated 2020-06-20T06:47:44Z
InsightPuisi

Ex Officio, Perjuangan Panjang Mengakhiri Dualisme di Batam

Advertisement

Gudnyus.id - Ex Officio itu bagi kami merupakan sebuah anugerah yang tak terhingga  dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Batam melalui tangan presiden Joko Widodo

Sebagai orang yang selalu hadir dalam setiap reses Drs.H.Nyat Kadir melihat keputusan ini haru penuh syukur karena pada akhirnya aspirasi masyarakat yang selama ini disuarakan kepada anggota DPR RI dari fraksi Nasdem itu terwujud.

Masyarakat menginginkan dualisme yang terjadi di Batam tuntas ditangan Presiden RI  ke 7. Setahu saya perjuangan Ex Officio ini bukan baru apalagi tiba-tiba datang, ini perjuangan panjang masyarakat yang sudah risau melihat kondisi ekonomi di Batam.

Industri-industri hengkang, lapangan kerja sulit dan apalagi masyarakat kampung tua yang legalitas lahannya tak juga terselesaikan setelah 15 tahun Surat Keputusan (SK) walikota terbit tentang kampung tua.

Perjuangan Ex Officio diharapkan bisa menjadikan ekonomi batam bangkit dan masyarakat sejahtera. Otonomi daerah berjalan, Tidak ada lagi lempar batu sembunyi tangan, saling menyalahkan dua institusi.

Sulitnya selama ini mendapatkan lahan untuk pendidikan kesehatan insya Allah terjawab dengan Ex Officio ini. Kesempatan putera daerah menjadi ketua BP BATAM terbuka lebar, sinergisitas antara BP Batam dan pemerintah kota Batam akan lebih erat karena dua-duanya adalah pemerintah yang mengelola uang rakyat.

DPRD Batam juga akan bisa ikut mengawasi dan mengingatkan ketua BP Batam tidak seperti saat ini DPRD itu tak "dianggap" oleh BP padahal DPRD itu adalah wakil rakyat daerah.

Terkait dengan adanya penolakan Ex Officio ini bagi saya wajar, bisa jadi ada kepentingannya  terganggu,  yang selama ini aman-aman saja. Logika sederhanya, Kalau memang tidak ada yang terganggu  kenapa harus menolak, toh BP Batam bukan dibubarkan atau digabungkan dengan pemerintah kota Batam, lembaganya tetap ada, tupoksinya tetap sama, yang berbeda cuma ketuanya saja.

Bila dulu kepala BP Batam ditunjuk oleh pemerintah pusat, maka dengan Ex Officio ketua BP Batam dipilih oleh Rakyat, saya yakin sebahagian besar masyarakat mendukung Ex Officio ini karena memang kita semua ingin merasakan nikmatnya bernegara, kita ingin keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia benar benar terwujud.

Dengan adanya Ex Officio cita-cita reformasi terwujud dan masyarakat bisa memberi sanksi,  kalau kerja ketua BP Batam tak becus jangan dipilih ketika pilkada berikutnya. Tidak seperti sekarang, kepala BP tak ada beban terhadap masyarakat merasa eksklusif karena ditunjuk oleh pemerintah pusat.

Dan cerita Ex Officio hari ini bukan cerita H. Muhammad Rudi sebagai pribadi tapi sebagai walikota. Kedepannya, siapa yang jadi walikota tentu dia yang jadi Ketua BP Batam, hanya dua periode terikat dengan aturan masa jabatan kepala daerah.

Pada akhirnya kami sebagai masyarakat sangat bersyukur kepada Allah SWT telah memberikan kami Walikota dan Wakil Walikota Batam yang amanah dan konsisten dalam berjuang mewujudkan aspirasi suara rakyat terutama tentang Ex Officio ini karena kita semua menginginkan Batam Maju dan bangkit demi kesejahteraan masyarakat Batam dan kepri.

Jadi kalau ada yang tak suka secara pribadi kepada walikota, gampang saja ikut kompetisi pilkada, kalau menang berarti yang dipilih masyarakat, dia yang jadi walikota Batam dan sekaligus Jadi Ketua BP Batam.

Kami mengingatkan saja, kalau ada yang menolak atau tak setuju silahkan menempuh jalur hukum karena itu haknya sebagai warga negara menyampaikan pendapat, tapi kalau ada yang coba-coba membuat batam tak kondusif , kita bersama elemen mahasiswa, pemuda dan masyarakat tentu siap berhadap hadapan dengan orang-orang  yang menghambat pembangunan Batam. Kota Batam ini milik kita semua, kita ingin batam lebih baik

Kita bersyukur dan berdoa dengan ditetapkannya walikota Batam sebagai Ex Officio Ketua BP Batam merupakan langkah awal Batam Bangkit lebih maju menjadi kota metropolitan yang madani. Namun sebagai masyarakat kita tetap harus kawal dan kritis mengikuti  perjalanan Ex Officio ini demi kemaslahatan bersama.

Kedepan siapapun walikotanya dialah ketua BP Batam, 1 kapal 2 mesin 1 nahkoda. Insya Allah masyakat Batam akan sejahtera karena otomatis birokrasi tidak lagi membingungkan dan menyulitkan, investasi akan meningkat, pariwisata akan maju dan lapangan kerja terbuka, kampung tua terselamatkan, masyarakat sejahtera dan banyak lagi hal positif lainnya.

Penulis:  
Muhammad Nur
Pendiri Gerakan mahasiswa melayu Kepri
Ketua OKK KNPI Kepri