-->

Iklan

gudnyus
18 Oktober 2019, 15:08 WIB
Last Updated 2019-10-18T08:11:29Z
Info

GARBI Kepri: Beri Ruang Anak Muda Maju Sebagai Kandidat di Pilwako Batam

Advertisement


Gudnyus.id - Suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak kini telah terasa di kota Batam. Selain mulai terjalinnya komunikasi politik antar elit partai, secara nyata juga telah muncul baliho-baliho kandidat yang ingin berkontestasi di Pemilihan Walikota (Pilwako) Batam tahun 2020 mendatang.

Sekretaris Gerakan Arah Baru (Garbi) Kepri, Agus Purwanto menilai perlunya partai politik dapat memunculkan anak muda sebagai kandidat di Pilwako Batam tahun 2020. Menurutnya, mengusung kandidat dari kalangan muda merupakan tantangan terhadap berjalannya regenerasi di partai politik.

"Anak muda harus diberi kesempatan. Caranya adalah dengan memberi ruang dan kepercayaan. Kapasitas berpolitik anak muda perlu dibangun dengan pengalaman, cara yang terbaik adalah memberikan mereka pengalaman memimpin," ujar Agus, Jumat (18/10).

Agus mengungkapkan saat ini Batam memiliki tingkat pemilih muda yang cukup mendominasi, sehingga wajar bila partai politik memberikan kesempatan anak muda tampil sebagai kandidat. Ia meyakini kolaborasi yang melibatkan anak muda akan membuat pembangunan kota Batam semakin dinamis.

"Bukan berarti anak muda meninggalkan yang telah senior. Kita butuh perpaduan politisi junior dan senior, karena kita bicara kelanjutan pembangunan membutuhkan sinergi antara mereka yang sudah banyak makan asam garam dan anak muda," ungkap dia.

Menurutnya, kota Batam kini memiliki banyak anak muda berkompeten yang patut diperhitungkan mewarnai Pilwako 2020. Ia mencontohkan banyaknya anak muda yang lolos ke legislatif dengan suara signifikan diantaranya Putra Yustisi Respaty dari PDIP, Hendra Asman dari Partai Golkar, M. Syahid Ridho dari PKS dan Safari Ramadhan dari PAN.

"Garbi sangat mengapresiasi terhadap partai politik yang berani memberikan kesempatan kepada anak muda untuk tampil ke publik sebagai kandidat Pilwako," ujar dia.

Keberhasilan anak muda meraih kemenangan dalam Pilkada telah memiliki sejumlah bukti, diantaranya adalah kesuksesan Emil Dardak di usia 34 yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Begitu pula dengan Taj Yasin yang berhasil menjadi wakil gubernur Jawa Tengah di usia 35 tahun. Bahkan ada juga Mochammad Nur Arifin yang meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai wabup termuda di Indonesia. Nur Arifin memimpin warga Trenggalek di usia 25 tahun.