-->

sponsor

sponsor
24 Oktober 2019, 11:27 WIB
Last Updated 2019-10-24T04:27:20Z
Insight

Inilah Saat yang Tepat Untuk Belajar ke Luar Negeri

Advertisement

Gudnyus.id - Berkesempatan untuk menjalani pendidikan ke luar negeri mungkin menjadi impian dari sebagian orang, termasuk juga mungkin kamu. Namun, pernah tidak sobat gudnyus kapan sih kita harus belajar ke luar negeri? Berikut gudnyus beritahu untuk sobat semua.

1. Sekolah Dasar dan Menengah

Pada jenjang pendidikan SD/SMP, sebaiknya para orang tua untuk tidak mengirimkan anaknya untuk sekolah ke luar negeri kecuali dnegan kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksudkan adalah apabila sang anak mengikuti orang tuanya pindah tugas keluar negeri. Anak-anak dalam kategori usia ini menyesuaikan diri dengan sangat cepat terhadap lingkungannya dan sedang mencari jati diri mereka sehingga memerlukan figur-figur yang akan menjadi idolanya. Saat-saat seperti ini anak perlu tumbuh di dalam keluarga yang utuh. Di samping itu mereka juga perlu bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya dalam susasana lingkungan yang lebih bersahabat baginya.

Perkembangan kejiwaan yang positif dlaam kategori usi ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya kelak nanti. Usia kritis ini memerlukan perhatian dan bimbingan yang penuh dari kedua orangtuanya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kedekatan emosional sang anak dengan angggota keluarga yang lain akan menentukan hubungan keakraban keluarga dimasa yang akan datang.

Jika dengan pertimbangan yang matang, kamu akan tetap menyekolahkan anak kamu keluar negeri, maka biasanya pilihan negera akan jatuh kepada negara yang dekat dengan Indonesia, seperti Singapura, Malaysia atau pun Australia.

2. Sekolah Menengah Atas

Pada jenjang pendidikan SMA, boleh-boleh saja para orang tua mengirimkan anaknya dengan catatan tertentu. Pada dasarnya anak-anak pada jenjang SMA mulai terbentuk karakternya, dimana orangtua bisa melihat dengan jelas apakah anaknya sudah siap untuk dilepas. Kesiapan yang dimaksud adalah si anak sudah cukup dewasa pembawaannya, sudah memiliki tanggung jawab dan bisa mengatur diri sendiri.

3. Jenjang Perguran Tinggi

Inilah usia yang paling ideal untuk belajar keluar negeri. Murid-murid dalam kelompok usia relatif sudah jauh lebih dewasa secara emosional. Setelah melewati masa kecil sampai remaja, karakter mereka sudah terbentuk, tidak gampang untuk dipengaruhi dan sudah memiliki tujuan yang lebih jelas. Dibandingkan dengan jenjang S2 (Pasca Sarjana) yang masa kuliahnya relatif lebih pendek, murid di jenjang s1 yang masa kuliahnya antara 3-4 tahun memiliki waktu yang lebih memadai untuk menguasai bahasa asing, mengenal budaya orang lain, belajar tentang kebiasaan hidup, cara berpikir etos kerja yang berbeda untuk dapat diambil segi positifnya.

4. Pasca Sarjana (S2 dan S3)

Untuk siswa yang belum berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan jenjang s1  di luar negeri, maka kesempataan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Di jenjang S2, mahasiswa sudah mengarahkan studinya ke bidang keahlian yang lebih spesifik, sehingga lebih ideal bagi mereka yang sudah bekerja. 

Setelah bekerja selama beberapa tahun, pelajar lebih mengetahui keahlian apa yang masuh diperlukan untuk kemajuan karirnya. Segi negatif dengan bekerja terlebih dahulu adalah pelajar menjadi malas untuk melanjutkan pendidikan lagi setelah mengenal uang apalagi yang telah mempunyai jabatan yang lumayan baik.

Itu dia sobat gudnyus. Semoga renungan singkat barusan bisa membantu kamu mengambil keputusan. Pilihan yang terbaik ada di tangan kamu. Tetap semangat untuk terus menimba ilmu. 

Sumber foto: pexels.com