Bhama
27 Desember 2019, 10:46 WIB
Last Updated 2019-12-27T03:46:24Z
Story

Sahabat Baik Membuatku Bahagia

Advertisement

Gudnyus.id - Pada saat aku duduk di bangku Dekolah Dasar, aku selalu bermain bersama Amanda. Dia adalah teman sekaligus sahabatku, aku selalu bermain bersamanya. Terkadang dia mengajakku untuk menangkap belalang. 

Biasanya dia selalu pulang lama karena menunggu jemputan, aku pun sering menemaninya bermain sampai dia dijemput. Sembari menunggu tak jarang kami saling bercerita tentang segala hal, dari yang senang hingga sedih sampai hororpun kami ceritakan. 

Jika aku dalam masalah dia selalu di pihakku, menemani dan membantuku. Jika ada jam kosong di sekolah kami selalu bermain, tak jarang teman yang lain ikut bermain bersama kami. Tapi saat kelas enam dia tidak bermain bersamaku lagi. Dia bermain bersama temanku yang bernama Wulan.

Aku merasa kesepian dan aku pun mulai bermain bersama Tiffani dan Kesni. Saat pelajaran Pendidikan Jasmanai, Tiffani mengajariku bermain badminton. Begitu pula saat study tour ke Lagoi. Kedua teman baru itu memaksaku untuk selalu disampingnya. Dari di bus dan di kapalpun aku ada disampingnya. Kami bercanda, dan bercerita sembari menunggu sampai di tujuan. 

Hingga kemudian pada semester 2 kelas 6 aku agak jarang main dengan Tiffani. Aku bermain dengan Nisa. Namun tidak seperti yang lain, aku dan Nisa hanya sekedar berbicara saja, bercanda pun jarang sekali karena dia sedikit tidak seru jikalau diajak bergurau. 

Namun itulah persahabatan selalu ada hal yang berbeda antara satu dan lainnya. Hal itu pula yang membuatku bisa mengenal karakter-karakter orang. Aku senang dan bangga pada mereka yang mau jadi teman sekaligus sahabatku. Mereka bisa memahami dan mengerti aku seperti apa, dan selalu ada jika aku dalam kondisi apapun.

Ditulis oleh : Inaya Fayola Siswi, SMPIT Mahabbatul Haq Batam
Sumber foto: Pexels.com