Iklan

gudnyus
27 Februari 2020, 14:43 WIB
Last Updated 2020-02-27T08:02:36Z
Insight

4 Faktor Internal Pendukung Kesuksesan Startup

Advertisement

Gudnyus.id - Start-up bisnis di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Mayoritas perekonomian nasionaldigerakkan oleh sektor perindustrian dan sektor bisnis. Keberhasilan start-up bisnis dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal perusahaan.

Hasil penelitian (Munizu, 2010) menemukan faktor internal perusahaan yang terdiri atas aspek sumber daya manusia, aspek keuangan, teknik produksi/oprasional dan pemasaran berpengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan kinerja usaha mikro dan kecil/ start-up bisnis.

Start-up bisnis memiliki dua komponen penting diantaranya: faktor internal(aspek yang ada didalam bisnis) dan aspek eksternal(komponen yang berada diluar bisnis namun mampu mempengaruhi kondisi bisnis). Hasil penelitian Munizu menjelaskan ketika sumber daya manusia, keuangan, teknik produksi/oprasional dan pemasaran dikelola dengan baik dan efisien memberikan pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kesuksesan bisnis.

Faktor yang mempengaruhi kinerja sebuah bisnis yaitu masa operasional bisnis, teknik promosi, dan sumber pendanaan yang digunakan. Hasil penelitian dari Wood kembali menegaskan bahwa kesuksesan startup bisnis dari aspek internal didukung lebih dari satu aspek. Hal ini terbukti dari pengaruh operasional bisnis, teknik promosi dan pendanaan yang secara bersamaan memberikan dampak positif bagi kinerja bisnis.

A Kuriloff, John M. Memphil & Dougls Cloud dalam buku (Echdar, 2013) menjelaskan kesuksesan bisnis didukung oleh faktor internal yaitu kepemilikan 4 potensi utama yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan sebuah start-up business dari aspek internal yaitu:

1. Technical competence
Merupakan sebuah kemampuan/kompetensi pada aspek penyusunan bentuk usaha dan sistem yang dipakai dalam menjalankan usaha. Aspek ini dapat dilihat secara real disistem operasional sebuah bisnis. Keberhasilan bisnis terrealisasi ketika support dari aspek technical competence maksimal.

Bentuk kongkrit berupa system produksi atau system kerja berbasis computer dengan tingkat akurasi dan efisiensi yang tinggi. Hasil akhirnya adalah produk atau jasa yang memiliki daya saing yang tinggi di pasar sehingga memiliki daya jual yang tinggi untuk menghasilkan profit yang besar bagi perusahaan.

2. Marketing competence
Kompetensi yang dibutuhkan untuk menemukan pasar yang tepat, fokus terhadap pelanggan, dan menjaga keberlangsungan hidup perusahaan. Marketing adalah aspek yang membutuhkan pendanaan untuk selanjunya aspek marketing juga merupakan aspek yang akan mendatangkan pendapatan melalui konsumen yang melakukan transaksi.

Kegiatan yang dilakukan tim marketing melalui strategi dan konsep yang dapat fokus pada solusi, target pasar atau pesan yang disampaikan dengan jelas kepada konsumen terkait produk yang dihasilkan oleh sebuah bisnis. Strategi marketing yang tepat sasaran secara otomatis akan meningkatkan kesuksesan start-up bisnis.

(Wijatno, 2009) menjelaskan defenisi marketing(pemasaran) merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan/bisnis sehingga, tanpa pemasaran/marketing perusahaan akan kehilangan kemampuan untuk bertahan dan bersaing jika hal ini terus berlangsung akan membawa perusahaan/bisnis pada titik penurunan bahkan gagal memenangkan persaingan bisnis. Ketika berbicara tentang pemasaran/marketing terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan diantaranya: segmentasi, target pasar, positioning, product, harga, distribusi, promosi, iklan, dan public relation.

(Mariotti, 2010) menjelaskan pengertian marketing merupakan sebuah jalur untuk mempresentasikan bisnis yang dimiliki kepada pelanggan/konsumen. Dalam menjalankan aspek marketing dilengkapi dengan konsep marketing mix dan kegiatan mempromosikan produk yang dimiliki. Marketing mix memiliki lima komponen penting yang terdiri dari people, product, place, price, promotion. Kegiatan promosi dalam marketing mix dilakukan melalui jaringan dan siklus perputaran yang baru.

(Panigyrakis & Prokopis, 2009) dalam penelitiannya menemukan bahwa internal marketing memberikan pengaruh yang positif terhadap keberhasilan bisnis. Secara spesifik dan mendalam Panigyrakis dan Prokopis mengkaji bahwa marketing merupakan komponen yang sangat menentukan karena dianggap sebagai ujung tombak penentu keberhasilan bisnis. Hal ini sangat beralasan karena ketika marketing sukses maka jumlah income perusahaan meningkat.

3. Financial competence
Merupakan kemampuan dibidang keuangan yang bermanfaat untuk mengatur keuangan, pembelian, penjualan, pembukuan, sampai pada laporan keuangan. Aspek financial merupakan aspek yang berhubungan erat dengan perputaran arus kas/keuangan dalam sebuah bisnis. Keberhasilan bisnis tercipta ketika financial competence mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan.

Pengelolaan biaya-biaya dapat dilakukan seefisien mungkin dan kebijakan keuangan linear dengan tujuan perusahaan baik secara jangka panjang dan jangka pandek. Aspek Financial competence atau yang biasa disebut pengelolaan keuangan berupa laporan laba rugi laba pro forma, anggaran penjualan harus tersusun ditahap awal sehingga dapat fokus pada biaya-biaya operasional (Wjatno, 2009).

Bukti keuangan yang dibutuhkan untuk mengukur kompetensi bidang keuangan adalah mempersiapkan income statement montly, quartery dan annually (Mariotti, 2010). Entrepreneur juga harus memperhatikan rasio keuangan dengan teliti sehingga kondisi keuangan perusahaan mampu membiayai semua transaksi yang terjadi diperusahaan/bisnis.

4. Human Relation
Merupakan kompetensi dalam mengembangkan relasi personal seperti kemampuan komunikasi dan membangun sebuah jaringan. Aspek ini sangat penting karena sebuah start-up bisnis tidak bisa dijalankan oleh satu individu dimana, semua bisnis tetap membutuhkan orang lain yang berposisi sebagai rekan kerja, karyawan, pelanggan. Human relation antara sesama karyakan akan berdampak pada peningkatan produktifitas kerja sehingga semua target bisa diselesaikan oleh karyawan.

Kesuksesan human relation antara perusahaan (diwakili oleh marketing) dengan karyawan akan berdampak pada loyalitas konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan start-up bisnis Faktor internal merupakan komponen yang mendukung keberhasilan start-up bisnis.

Sumber:
PENGARUH FAKTOR INTERNAL TERHADAP KEBERHASILAN START-UP BISNISSri Nathasya Br Sitepu, Universitas Ciputra Surabaya