Bhama
12 Februari 2020, 15:46 WIB
Last Updated 2020-02-12T08:46:31Z
Insight

Faktor Penyebab Gangguan Jiwa Yang Mungkin Kamu Miliki

Advertisement

Gudnyus.id - Apakah kamu tahu bahwa gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja dan tidak mengenal umur. Jangankan yang sakit, yang sehat pun dapat terkena. Nah, jangan-jangan gejalanya sudah ada dalam diri kamu? yuk kita cari tau apa saja ciri-cirinya

Penyebab gangguan jiwa itu bermacam-macam ada yang bersumber dari berhubungan dengan orang lain yang tidak memuaskan seperti diperlakukan tidak adil, diperlakukan semena-mena, cinta tidak terbatas, kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. Selain itu ada juga gangguan jiwa yang disebabkan faktor organik, kelainan saraf dan gangguan pada otak (Djamaludin, 2001).

Para ahli psikologi berbeda pendapat tentang faktor terjadinya gangguan jiwa. Menurut pendapat Sigmund Freud dalam Maslim (2002), gangguan jiwa terjadi karena tidak dapat dimainkan tuntutan di (dorongan instinctive yang sifatnya seksual) dengan tuntutan super ego (tuntutan normal sosial).

Orang ingin berbuat sesuatu yang dapat memberikan kepuasan diri, tetapi perbuatan tersebut akan mendapat celaan masyarakat. Konflik yang tidak terselesaikan antara keinginan diri dan tuntutan masyarakat ini akhirnya akan mengantarkan orang pada gangguan jiwa.

Dari berbagai pendapat mengenai penyebab terjadinya gangguan jiwa seperti yang dikemukakan diatas disimpulkan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh ketidak mampuan manusia untuk mengatasi konflik dalam diri, tidak terpenuhinya kebutuhan hidup, perasaan kurang diperhatikan (kurang dicintai) dan perasaan rendah diri (Djamaludin dan Kartini, 2001). 

Disamping itu banyak faktor yang mendukung timbulnya gangguan jiwa. Yang memadukan dari berbagai aspek yang saling menduakung meliputi Biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penyebab gangguan jiwa sangatlah kompleks.  Mengetahui sebab gangguan jiwa penting untuk mencegah dan mengobatinya. Sebab-sebab gangguan jiwa menurut Santrock (1999) dibedakan atas : 

Faktor Jasmani
1. Keturunan
Peran yang pasti sebagai penyebab belum jelas, mungkin terbatas dalam mengakibatkan kepekaan untuk mengalami gangguan jiwa, tapi hal tersebut sangat ditunjang dengan faktor lingkungan kejiwaan yang tidak sehat. 

2. Jasmani
Beberapa penyelidik berpendapat bentuk tubuh seorang berhubungan dengan gangguan jiwa tertentu, Misalnya yang bertubuh gemuk / endoform cenderung menderita psikosa manik depresif, sedang yang kurus/ ectoform cenderung menjadi skizofrenia. 

3. Temparamental
Orang yang terlalu peka/ sensitif biasanya mempunyai masalah kejiwaan dan ketegangan yang memiliki kecenderungan mengalami gangguan jiwa. 

4. Penyakit dan cedera tubuh
Penyakit-penyakit tertentu misalnya penyakit jantung, kanker dan sebagainya, mungkin menyebabkan merasa murung dan sedih. Demikian pula cedera/cacat tubuh tertentu dapat menyebabkan rasa rendah diri. 

Secara umum gangguan menurut Biologi yaitu

-Gangguan pada fungsi sel saraf di otak.

-Infeksi, misalnya akibat bakteri Streptococcus.

-Kelainan bawaan atau cedera pada otak.

-Kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan.

-Kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan.

-Memiliki orang tua atau keluarga penderita gangguan mental.

-Penyalahgunaan NAPZA dalam jangka panjang.

-Kekurangan nutrisi.

Faktor Psikologi
Bermacam pengalaman frustasi, kegagalan dan keberhasilan yang dialami akan mewarnai sikap, kebiasaan dan sifatnya dikemudian hari.

1. Masa bayi 
Masa bayi yang dimaksudkan ialah usia 2-3 tahun dimana dasar perkembangan anak sangat tergantung pada orang tua dan lingkungan sekitar, apabila sang anak diberikan cinta dan kasih sayang maka akan menyebabkan kepribadian yang hangat, terbuka dan bersahabat deikemudian hari namun begitu pula sebaliknya jika sikap orang tua dan lingkungan sekitar tidak mendukung. 

2. Masa pra sekolah
Pada masa ini  mulai diajari disiplin dan otoritas, anak yang tidak mendapat kasih sayang tidak dapat menghayati disiplin tak ada panutan, pertengkaran dan keributan membingungkan dan menimbulkan rasa cemas serta rasa tidak aman. hal-hal ini merupakan dasar yang kuat untuk timbulnya tuntutan tingkah laku dan gangguan kepribadian pada anak dikemudian hari.

3. Masa sekolah 
Pada masa ini, anak mulai memperluas lingkungan pergaulannya. Keluar dari batas-batas keluarga. Kekurangan atau cacat jasmaniah dapat menimbulkan gangguan penyesuaian diri. Dalam hal ini sikap lingkungan sangat berpengaruh, anak mungkin menjadi rendah diri atau sebaliknya melakukan kompensasi yang positif atau kompensasi negatif. 

4. Masa Remaja 
pada masa ini terjadi perubahanperubahan yang penting yaitu timbulnya tanda-tanda sekunder Sedang secara kejiwaan, pada masa ini terjadi pergolakan- pergolakan yang hebat. Egosentris bersifat menentang terhadap otoritas, senang berkelompok, idealis adalah sifat-sifat yang sering terlihat. Suatu lingkungan yang baik dan penuh pengertian akan sangat membantu proses kematangan kepribadian di usia remaja. 

5. Masa muda 
Seorang yang melalui masa-masa sebelumnya dengan aman dan bahagia akan cukup memiliki kesanggupan dan kepercayaan diri dan umumnya ia akan berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan pada masa ini begitu juga sebaliknya.

6. Masa Dewasa 
Sebagian orang berpendapat perubahan ini sebagai masalah ringan seperti rendah diri. pesimis. Keluhan psikomatik sampai berat seperti murung, kesedihan yang mendalam disertai kegelisahan hebat dan mungkin usaha bunuh diri. 

7. Masa Tua 
Ada dua hal yang penting yang perlu diperhatikan pada masa ini Berkurangnya daya tanggap, daya ingat, berkurangnya daya belajar, kemampuan jasmaniah dan kemampuan sosial ekonomi menimbulkan rasa cemas dan rasa tidak aman, ditambah lagi perasaan terasing karena kehilangan teman, keterbatasan gerak dapat menimbulkan emosional yang cukup kuat.

Secara umum gangguan menurut psikologi yaitu

-Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.

-Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil.

-Kurang mampu bergaul dengan orang lain.

-Perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan.

-Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.

Faktor kultur
Secara teknis adalah ide atau tingkah laku yang dapat dilihat maupun yang tidak. Faktor budaya bukan merupakan penyebab langsung timbulnya gangguan jiwa, biasanya terbatas menentukan “warna”. Disamping mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seseorang misalnya melalui aturan-aturan kebiasaan yang berlaku dalam kebudayaan tersebut. 

Faktor terbesar timbulnya gangguan jiwa adalah diri sendiri, banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi namun tidak usah takut karena hal ini dapat dicegah dan diobati, asalkan kamu mau jujur kepada diri sendiri dan setidaknya orang tua kamu. Apabila terus dibiarkan dan kamu sepelekan penyakit ini akan menjadi monster dikemudian hari dan disitusi tertentu.

foto: Pexels.com