-->

Iklan

gudnyus
6 Februari 2020, 15:02 WIB
Last Updated 2020-02-06T08:02:01Z
Insight

Resiko Menjadi Pelakor dan Merebut Suami Orang

Advertisement

Gudnyus.id - Kata Pelakor belakangan ini sangat akrab di telinga kamu pasti. "Perebut Laki Orang" ini adalah sebutan untuk wanita yang dianggap menjadi perusak sebuah hubungan orang lain.

Tidak ada yang namanya hubungan dapat terhindar dari konflik. Namun apa kamu bakal membiarkan pasanganmu "main belakang?" Tentu tidak!

Kamu harus berani mengambil tindakan tegas jika suatu hari atau sedang terjadi di kamu. Bahkan kamu perlu diingatkan mengenai resiko pelakor yang bisa membahayakan dirinya, agar wanita tersebut dapat merenungi segala kesalahannya. Hal apa saja itu? Ini ulasannya

1. Sulit Memiliki Teman Sesama Wanita

Seseorang yang suka merusak hubungan orang lain cenderung memiliki sifat egois yang tinggi.
Buktinya, dirinya tidak mempertimbangkan lebih dalam saat ingin memulai hubungan dengan pasangan orang. Ia hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri tanpa tahu kerugian yang diderita orang lain.

Biasanya sifat ini akan berdampak pada kehidupan sosial wanita tersebut. Apalagi jika ingin mencari seorang sahabat sesama wanita, biasanya wanita lain akan beranggapan bahwa bisa jadi pelakor ini akan merebut pasangannya juga.

2. Dikucilkan oleh lingkungan sekitar

Mendapat label pelakor memang sangat memalukan, apalagi orang yang diselingkuhi ternyata sahabat. Kalau sudah ketahuan, siap-siap sang pelakor untuk menerima sanksi sosial yang berupa perlakuan yang menyudutkan, atau bahkan dikucilkan. Karena wanita tersebut akan di cap orang sekitar sebagai wanita yang tidak tahu malu bahkan yang terburuk dianggap sebagai orang yang tidak punya harga diri

3. Kehilangan Kepercayaan

Jika seorang wanita pelakor ketahuan berselingkuh dengan rekan kerja, bisa saja ia akan menerima ganjaran moral berupa kehilangan kepercayaan. Bukan tidak mungkin dirinya akan kehilangan pekerjaan, karena nama wanita tersebut sudah tercoreng sebagai pelakor.

4. Teror

Saat seorang pelakor merebut pasangan orang, apalagi yang sudah menikah dan mempunyai anak, korbannya bukan lagi pasangan sah lelaki tersebut tapi juga anak-anaknya. Ditambah jika perselingkuhan tersebut berujung sampai perceraian. Bukan tidak mungkin akan ada ‘hati yang tersakiti’ yang ingin melancarkan balas dendam.

Mulai dari keluarga mantan istri, sampai anak-anak yang tidak menerima perceraian yang diakibatkan wanita pelakor, maka hidup pelakor tersebut tidak akan tenang karena banyak perlakuan yang akan tidak menyenangkan secara terus menerus. Bisa dibilang hampir mirip dengan sebuah perlakuan meneror.

5. Krisis Percaya Diri

Saat seorang wanita pelakor tidak memiliki sisi kepercayaan lagi dari orang-orang terdekat, yang terjadi adalah krisis percaya diri dan ia pun akan tertekan. Ini akan berdampak pada karir dan produktivitasnya sehari-hari. Bahkan menjadi tidak bersemangat mencapai tujuan hidup.

6. Depresi

Berbagai sanksi akan diterima sang pelakor apalagi di zaman sosial media seperti sekarang banyak hal yang bisa dilakukan untuk memviralkan sebuah gerakan balas dendam.

Ketika banyak hujatan, tekanan, serta caci maki dari dunia maya sampai dunia nyata. Bisa dipastikan pelakor tersebut akan merasa depresi, sedih, takut, dan putus asa bercampur menjadi satu.

Saat dirinya tidak tahu kemana harus menumpahkan segala emosinya, bukan hal yang tidak mungkin bahkan mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Hal buruk itulah yang bis terjadi pada pelakor. Oleh karena itu, jangan sesekali kita berpikir untuk mengkhianati pasangan ya. 

foto : pexels.com