-->

Iklan

gudnyus
3 April 2020, 15:52 WIB
Last Updated 2020-06-20T06:37:45Z
InsightLiterasi

Kiat UMKM Agar Naik Kelas di Era Industri 4.0

Advertisement

Gudnyus.id - Revolusi industri sangatlah penting dalam kemajuan perekonomian digital ini, terutama pada UMKM yang saat ini dapat menikmati kemudahan berbisnis, para praktisi dan juga pelaku bisnis di era sekarang ini.

Revolusi industri 4.0 ini membuka peluang melalui terobosan-terobosan untuk lebih baik. Kehadiran ecommerce di Indonesia masih sangat dibutuhkan dan bisa diuntungkan, mengingat luasnya daerah di negara ini.

E-commerce dijadikan harapan bagi para pelaku UKM, karena dapat menjangkau konsumen lebih luas dan iklim e-commerce sendiri sangat baik serta kemampuan membeli di Indonesia masih terus bertumbuh.

Kiat-kiat dalam revolusi industri 4.0 ini menjadikan wujud yang sangat penting, diantaranya adalah sebagai berikut:

Kesatu, perusahaan tertantang dalam penyelesaian solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan yang terjadi dan sedang dihadapi sebagian besar masyarakat saat ini, sebab semakin banyaknya masyarakat yang dapat dibantu melalui inovasinya, maka peluang besar dan berkelanjutan akan dimiliki perusahaan.

Kedua, inovasi tidak terbatas atau tanpa akhir. Hal ini menjadikan perusahaan- perusahaan tidak pernah puas dengan pencapaian hasil saat ini, sehingga upaya terus dilakukan dalam melakukan inovasi.

Ketiga, memiliki model monopolistik dengan kapitalisme baru. Model bisnis ini sekilas tampak menganut paham sharing economy yang dipersepsikan dapat menjadi solusi kesenjangan ekonomi.

Keempat, model pemasaran 3.0 (marketing 3.0). Bila marketing 1.0 fokus kepada produk (product centric) dan marketing 2.0 fokus kepada konsumen (customer centric), maka marketing 3.0 akan lebih dari itu, perusahaan akan melihat dan menjadikan konsumen tidak sebatas pengguna produk akan tetapi melihat dari multi dimensi sebagai manusia yang membutuhkan segalanya, sehingga konsumen akan memilih produk yang dapat memuaskan hasrat serta keinginannya dalam komunitas, berpartisipasi, berkreasi, dan idealismenya (Philip Kottler dan Hermawan Kertajaya).

Perusahaan di era ini memiliki ciri yang cenderung mencari permasalahan untuk dipecahkan dan di situasi yang sama pula kemudian mengambil keuntungan dengan cara tidak langsung (soft selling). Inovasi saat ini menjadi kata kunci di dalam berkompetisi, sebab dengan berinovasi permasalahan dapat dijawab dan disamping itu inovasi dibutuhkan untuk menciptakan model bisnis dalam memberikan nilai tambah perusahaan.

Ada tiga hal yang harus dilakukan perusahaan yang berinovatif: Kesatu, mampu mengombinasikan atau menggabungkan teknologi. Kedua, perusahaan mampu melakukan terobosan-terobosan baru yang sangat cepat sebagai lompatan teknologi, karena di era saat ini, segala bentuk informasi sangat mudah menyebar dan dalam hitungan singkat teknologi baru akan menjadi usang.

Hal ini tak pernah dipikirkan sebagaimana yang terjadi pada era teknologi mesin uap yang mampu bertahan puluhan tahun pada revolusi industri 1.0 ketika itu. Ketiga, perusahaan harus mampu menyelesaikan permasalahan global dengan memberikan solusi.

Sehingga pada akhirnya perusahaan mampu beradaptasi membentuk karakter positif seperti perusahaan pengendali di era ini. Di samping itu perusahaan mampu merespon dan menemukan permasalahan yang terjadi dan sedang dihadapi masyarakat sehingga tidak menjadikan inovasi itu
sia-sia. Di sisi lain, perusahaan harus mampu mengadopsi iklim inovasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung.

Pada dasarnya saat ini yang perlu dilakukan oleh perusahaan komersial adalah harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kemaslahatan secara luas, sehingga menjadikan perusahaan berkembang.

Sumber:
INOVASI E-COMMERCE DAN STARUP SEBAGAI TANTANGAN MASYARAKAT INDUSTRI 4.0
Enjah Pipit Fitriyadi, STMIK Eresha
Foto: pexels.com