gudnyus
26 Juli 2020, 22:30 WIB
Last Updated 2020-07-27T01:49:26Z
Sorotan

Pulau Thulub, Wisata Religi Tersembunyi di Batam

Advertisement
Penjaga makam sunan dan pulau thulub, Budi

Gudnyus.id - Kapal-kapal tanker dan siluet gedung-gedung pencakar langit negara Singapura menjadi pembatas horizon laut yang tampak jelas dari Pulau Thulub. Sebuah pulau perbatasan yang berada di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Batam.

Sayangnya abrasi menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir pulau Thulub. Ancaman abrasi ini, makin hari makin meluas. Pesisir pulau dari hitungan tahun tak kuasa membendung ganasnya gelombang ombak selat Melaka.

"Untungnya beberapa bulan terakhir ini ada penanaman bakau dari Polri, TNI, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kepri dan Banser. Kegiatan penanaman bakau ini juga berlanjut dilakukan juga oleh komunitas dan masyarakat lainnya," Ungkap penjaga pulau, Budi, Minggu (27/7).


Budi membawa tangga menjemput peziarah makam sunan thulub saat kondisi laut sedang surut.

Pulau Thulub hanya dihuni oleh Budi dan keluarganya saja. Diungkapkannya akses listrik di pulau hanya mengandalkan panel solar cell. Bila sejak pagi hingga sore langit mendung, ia dan keluarganya harus rela bergelap-gelapan sepanjang malam.

"Pulau ini dikunjungi tidak hanya oleh masyarakat dari Batam tapi juga dari Palembang, Kalimantan, bahkan dari Malaysia dan Singapura pun sering datang untuk berziarah," Ujar dia.

Sementara itu Ketua PW GP Ansor Kepri, Rahmad Budi Harto dalam kunjungan rutinnya menyampaikan keberadaan pulau Thulub tidak hanya menjadi pulau perbatasan yang wajib dijaga, melainkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi  wisata religi.

"Mari kita sama-sama menjaga pulau Thulub dan merawat makam para ulama yang ada di dalamnya. Sesuai arah pembangunan Batam yang ingin menjadi kota wisata, maka kita tidak boleh mengabaikan potensi besar pulau ini," Jelas Rahmad.

Pulau thulub bisa ditempuh perjalanan dengan pompong sekitar 20 menit dari Pelabuhan Pancung Sekupang, Kota Batam. Di pulau ini memiliki tiga makam tokoh ulama besar, yaitu Habib Hasan Al Musawa, Syeh Maulana Nuh Al Maghrobi dan Syeh Maulana Ainun Naim Bin Syeh Maulana Ishaq. Ketiganya merupakan sosok yang berperan dalam penyebaran dakwah Islam di Indonesia, khususnya di tanah melayu.

Singapura tampak jelas dari pinggir pantai pulau thulub.