sponsor

sponsor
gudnyus
19 Desember 2020, 16:52 WIB
Last Updated 2020-12-20T07:47:09Z
Sorotan

Bela Negara, GP Ansor Kepri Dukung TNI-Polri Bersihkan Perongrong NKRI

Advertisement

 

 

Gudnyus.id - Tindakan tegas TNI-Polri yang kini semakin masif terhadap kelompok-kelompok yang merongrong NKRI dan memecah belah persatuan bangsa mendapat dukungan dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Riau (Kepri).

"Jangan berikan celah sedikit pun terhadap pihak-pihak yang ingin mengganggu keutuhan NKRI. Sudah saatnya penegak hukum dan pelindung masyarakat untuk berani bersikap tegas," ujar Ketua PW GP Ansor Kepri, Rahmad Budiharto.

Ia mengimbau TNI-Polri untuk membersihkan aktor dan kelompok teror yang melakukan transplantasi ke organisasi keagamaan tertentu sebelum mengambil langkah-langkah tegas seperti pembubaran organisasi tersebut.

Rahmad pun meminta agar tidak ada lagi pihak yang mencoba mengganggu keamanan dan kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

"Saya juga mengajak para elit untuk sama-sama mawas diri agar tidak lagi menggunakan agama sebagai alat politik yang memecah belah NKRI demi mendapatkan kekuasaan." kata dia.

Sementara terkait kasus laskar FPI yang tewas di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Rahmad menyampaikan rasa duka atas peristiwa tersebut. Namun ia meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus tersebut sesuai proses hukum.

"Aparat penegak hukum juga wajib untuk secara transparan mengungkap kasus itu agar masyarakat memahami fakta yang sebenarnya dan tidak ada lagi kecurigaan," ujar Rahmad Budiharto.

Rahmad pun menyatakan sebagai negara demokrasi Indonesia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Meski begitu, ia mengingatkan penyampaian aspirasi tidak harus dilaksanakan dengan demonstrasi terus menerus.

"Ada banyak cara untuk menyampaikan aspirasi. Karena kondisinya saat ini kita sedang dihadapi dalam situasi pandemi. Sudah seharusnya kita saling jaga, bukan malah jadi sumber malapetaka," pungkas Rahmad.