Advertisement
Gudnyus.id - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang mencatatkan capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Yanto Ardianto, dalam kegiatan press release capaian kinerja akhir tahun yang digelar pada Selasa (31/12/2025).
Yanto Ardianto resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang sejak Maret 2025, setelah sebelumnya bertugas sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep. Selama kurang lebih sembilan bulan masa kepemimpinannya, berbagai indikator kinerja berhasil dicapai dengan hasil yang signifikan.
Dari sisi pengelolaan anggaran, Kantor Imigrasi Belakang Padang memperoleh pagu awal Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2025 sebesar Rp10,57 miliar. Setelah pemblokiran sebesar Rp1,31 miliar, pagu efektif tercatat Rp9,26 miliar. Hingga 31 Desember 2025, realisasi anggaran mencapai Rp9,16 miliar atau sebesar 98,92 persen, yang digunakan untuk mendukung kegiatan teknis maupun fasilitatif keimigrasian.
Capaian positif juga terlihat pada penerimaan negara. Dari target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3,74 miliar, Imigrasi Belakang Padang berhasil membukukan realisasi sebesar Rp3,89 miliar atau 104,1 persen dari target yang ditetapkan.
Dalam pelayanan keimigrasian bagi Warga Negara Indonesia (WNI), sepanjang 2025 Kantor Imigrasi Belakang Padang menerbitkan sebanyak 5.490 paspor, terdiri dari 1.521 paspor biasa dan 3.969 paspor elektronik, dengan 70 permohonan ditolak. Layanan tersebut diberikan melalui berbagai skema, seperti aplikasi M-Paspor, Eazy Passport, Paspor Simpatik, hingga layanan PORTAL (Paspor di Atas Kapal). Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 43,37 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 12.659 paspor.
Sementara itu, pelayanan keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) meliputi 11 perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan (ITK), dua perpanjangan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), satu penerbitan Izin Tinggal Tetap (ITAP), 303 penerbitan Visa on Arrival (VOA), satu perpanjangan VOA, serta dua pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda (ABG).
Dari sisi perlintasan, Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Belakang Padang mencatat sebanyak 27.166 perlintasan sepanjang 2025. Sedangkan TPI Terminal Khusus PT Tritunas Sinar Benua melayani 2.720 perlintasan. Dibandingkan tahun sebelumnya, perlintasan di Pelabuhan Belakang Padang mengalami penurunan, sementara TPI Terminal Khusus mencatat peningkatan signifikan dari 718 perlintasan pada 2024.
Dalam hal penyebaran informasi keimigrasian, Imigrasi Belakang Padang aktif melakukan publikasi melalui media sosial sebanyak 1.008 konten dan media online sebanyak 379 publikasi. Selain itu, diseminasi langsung kepada masyarakat dan pemangku kepentingan dilakukan melalui 10 kegiatan, yang meliputi coffee morning, sosialisasi melalui radio, serta layanan KABAR IMIGRASI (Kapal Penyebaran Informasi Keimigrasian).
Pada fungsi penegakan hukum, sepanjang 2025 telah dilakukan 56 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) dan deportasi terhadap 64 orang WNA, dengan jumlah terbanyak berasal dari Vietnam sebanyak 49 orang. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024.
Untuk mendukung pengawasan orang asing, Imigrasi Belakang Padang juga melaksanakan dua kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) serta dua Operasi Gabungan Pengawasan di wilayah perairan Kecamatan Belakang Padang, sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan.
Atas berbagai capaian tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Penghargaan Peringkat III Kantor Imigrasi Teraktif dalam Pelaporan Harian DBI dan PIMPASA dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
Dalam melaksanakan tugasnya, Kantor Imigrasi Belakang Padang senantiasa mengedepankan komitmen yang kuat terhadap Visi dan Misi Presiden “Asta Cita” dan pedoman perintah harian yang ditetapkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas Keimigrasian dengan “Panca Carana Laksya Imigrasi”. Memahami tugas dan fungsi Keimigrasian, melaksanakan pelayanan Keimigrasian, melaksanakan pengawasan Keimigrasian, melaksanakan sinergitas dengan stakeholder serta mewujudkan insan Imigrasi yang kompeten, berintegritas dan anti korupsi merupakan komitmen Kantor Imigrasi Belakang Padang dalam keseharian menjalankan tugas.
Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang, Yanto Ardianto, menegaskan komitmen instansi untuk mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
“Kami juga terus berupaya penuh dalam penguatan layanan keimigrasian berbasis digital, pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyeludupan Manusia (TPPM), serta penguatan pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Selain itu, kami juga telah melakukan Bakti Sosial kepada masyarakat di wilayah perbatasan yang dilaksanakan setiap minggunya, sebagai salah satu langkah dan kepedulian nyata dalam mendukung tercapainya Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sejalan dengan semangat pengabdian kepada Masyarakat” ujarnya.
Yanto Ardianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pejabat serta pegawai di Lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam mendukung kinerjanya selama ini dan berharap seluruhnya dapat tetap berkomitmen, disiplin dan mengedepankan sinergi serta kerja sama untuk mewujudkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang menjadi unit pelayanan publik terbaik.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama yang erat antara Muspika Belakang Padang. Sinergi yang terjalin baik bersama Kecamatan Belakang Padang, Kepolisian Sektor Belakang Padang, Komando Rayon Militer 05 Distrik 0316 Belakang Padang, POSAL Pulau Sambu, POSAL Pulau Nipa, POSAL Pulau Tolop, Puskesmas Belakang Padang, KUA Belakang Padang. Berbagai dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak telah memberikan dampak yang signifikan terhadap capaian kinerja Imigrasi Belakang Padang. Semoga sinergi dan koordinasi ini dapat terus berjalan dengan baik” tutupnya.


