31 Agustus 2026, 17:11 WIB
Last Updated 2026-08-31T10:11:38Z
Batam

Wagub Nyanyang Dorong HKTI Kepri Naik Kelas, Petani Tak Hanya Produksi tapi Bangun Usaha

Advertisement



BATAM - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepulauan Riau mendorong petani tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi mulai masuk ke sektor usaha dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPD HKTI Kepri yang juga Wakil Gubernur Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD HKTI Kepri di Hotel Aston Batam, Senin (31/8/2026).

Nyanyang meminta setiap DPC HKTI kabupaten/kota membangun unit usaha mandiri. Salah satu usaha yang didorong adalah peternakan ayam dengan kapasitas minimal 1.000 ekor di masing-masing DPC.

Menurutnya, unit usaha tersebut dapat menjadi sumber penguatan ekonomi organisasi sekaligus membuka peluang usaha yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggota.


Kerja sama antardaerah dan optimalisasi koperasi juga


perlu diperkuat. Skema tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi kebutuhan modal pascapanen, pengadaan bibit maupun pupuk.

Pengembangan ekonomi juga diarahkan berdasarkan potensi masing-masing wilayah.

Lingga dan Anambas memiliki peluang pengembangan serta hilirisasi rumput laut. Tanjung Balai Karimun diarahkan untuk memperkuat tanaman pangan, sedangkan Bintan memiliki potensi untuk mengoptimalkan kawasan sentra peternakan.

Di sektor perikanan, budidaya bioflok menjadi salah satu pilihan pengembangan. HKTI juga didorong menjajaki peluang ekspor ikan nila ke pasar Tiongkok.

Nyanyang menekankan, petani harus memperoleh nilai tambah lebih besar dari hasil produksi. Karena itu, proses pengembangan komoditas perlu dilanjutkan hingga tahap hilirisasi dan pemasaran.

Selain penguatan ekonomi, perlindungan sosial keluarga petani juga menjadi perhatian. Pemerintah mendorong agar seluruh petani terdaftar dalam BPJS Kesehatan, termasuk dukungan pembiayaan kepesertaan.

Pendidikan anak petani dan nelayan juga menjadi perhatian dengan dorongan akses pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Rakerda I HKTI Kepri turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Dr. Rika Azmi, serta jajaran pengurus HKTI kabupaten/kota.

Melalui forum tersebut, HKTI Kepri diarahkan membangun ekosistem pertanian yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat usaha, membuka pasar, memberikan perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.