2 September 2026, 04:05 WIB
Last Updated 2026-09-01T21:06:30Z
NATUNA

Nyanyang Perkuat Komitmen HKTI Kepri Bangun Ketahanan Pangan di Natuna

Advertisement



NATUNA - TERKININEWS.COM - Penguatan ketahanan pangan di wilayah perbatasan menjadi perhatian Wakil Gubernur Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPD HKTI Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si.

Hal itu terlihat saat Nyanyang melakukan kunjungan ke Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Selasa (1/9/2026). Selain meninjau perkembangan pertanian, ia juga mengikuti panen raya padi bersama kelompok tani.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin, S.E., Anggota DPRD Provinsi Kepri H. Mustamin Bakri serta jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Dalam kunjungannya, Nyanyang meninjau lahan Kelompok Tani Harapan Makmur dan kemudian menghadiri panen bersama Kelompok Tani Cipto Dadi.

Ia menilai pengembangan pertanian di Natuna memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pembangunan sektor pertanian harus dilakukan secara terpadu mulai dari produksi, infrastruktur, teknologi hingga pemasaran.

Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jaringan irigasi. Dalam kegiatan tersebut dilakukan peresmian penggunaan jaringan air irigasi sawah melalui Program P3-TGAI dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam.

Nyanyang menyebut ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan produksi pertanian, terlebih ketika petani menghadapi perubahan cuaca dan musim kemarau.



Dari sisi produksi, Kelompok Tani Cipto Dadi saat ini memperoleh rata-rata sekitar 2,5 ton padi per hektare dari varietas Inpari 32. Dari total lahan 6 hektare, sekitar 3 hektare telah memasuki panen.

Adapun Kelompok Tani Harapan Makmur mengelola sekitar 3,5 hektare lahan sawah yang masih dalam tahap menuju panen. Total lahan kedua kelompok mencapai sekitar 9,5 hektare dan masih terbuka untuk dikembangkan.

Nyanyang menilai produktivitas tersebut masih dapat ditingkatkan. Dalam kondisi normal, hasil pertanian dapat mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton per hektare.

“Kita melihat potensi lahan di sini cukup baik. Tinggal bagaimana irigasi, pendampingan, pengendalian hama dan penggunaan teknologi pertanian terus diperkuat sehingga hasil panen petani bisa meningkat,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang menegaskan organisasi tersebut akan terus mengambil peran dalam memperkuat petani melalui pendampingan, akses teknologi, peningkatan produksi dan pemasaran.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, legislatif, HKTI dan kelompok tani dapat terus diperkuat agar pembangunan pertanian di Natuna benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.