24 September 2026, 22:23 WIB
Last Updated 2026-09-24T15:23:46Z
bintan

HKTI Bintan Dorong Solusi Persoalan Petani, dari Krisis Air hingga Harga Hasil Panen

Advertisement


BINTAN — Berbagai persoalan yang dihadapi petani menjadi perhatian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bintan saat menyambangi Kelompok Tani Sumber Baru di Perkampungan Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, dalam momentum Hari Tani Nasional 2026.

Bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Riang Anggraini, HKTI Bintan berdialog langsung dengan para petani. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengarkan kondisi pertanian dari mereka yang sehari-hari berada di lapangan.

Salah satu persoalan yang paling dirasakan adalah keterbatasan air. Musim panas membuat petani memilih menunda penyemaian sejumlah bibit karena khawatir tanaman tidak mampu bertahan.



Selain persoalan air, petani juga mengeluhkan harga pupuk yang berubah-ubah, penggunaan lahan pinjam pakai, sulitnya mendapatkan BBM dan rendahnya harga hasil panen di tingkat petani.

Rahmat mengatakan hasil panen biasanya langsung dijemput pembeli sehingga petani menerima uang dan nota transaksi. Untuk mengetahui keuntungan, mereka biasanya melakukan perhitungan pada akhir bulan.

Menurutnya, rendahnya harga pembelian dari tengkulak menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Harga yang diterima di tingkat kebun dinilai jauh berbeda dengan harga ketika hasil pertanian sudah berada di pasar.

HKTI Bintan diharapkan dapat ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut bersama pemerintah. Petani berharap adanya pola pemasaran yang memberikan kepastian harga dan tidak terlalu membebani petani.



Dalam dialog itu, Nadi juga menyampaikan persoalan BBM. Ia mengatakan petani terkadang membeli BBM dari pemilik lori dengan harga sekitar Rp10 ribu per liter karena akses terhadap BBM subsidi menjadi kendala.

Peluang solusi kemudian muncul melalui kehadiran PT Japfa Bintan. Eko, perwakilan perusahaan, menyampaikan tawaran dukungan berupa pupuk yang berasal dari olahan kandang ayam.

Menurut Eko, pupuk tersebut dapat membantu meningkatkan kesuburan lahan dan tersedia dengan harga yang terjangkau. Japfa juga membuka akses bagi petani yang ingin mendapatkan dukungan.

Melalui pertemuan tersebut, HKTI Bintan tidak hanya menyerap aspirasi petani, tetapi juga membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah serta dunia usaha untuk menjawab kebutuhan petani di lapangan.