12 Oktober 2026, 20:37 WIB
Last Updated 2026-10-12T13:37:48Z
bintan

Dari 100 Menjadi 1.700 Pohon, HKTI Kepri Dorong Perkebunan Salak Bintan Naik Kelas

Advertisement



BINTAN — Berawal dari sekitar 100 pohon pada 2017, kebun salak milik Sumarno di Kabupaten Bintan kini berkembang menjadi sekitar 1.700 pohon. Perkembangan tersebut menjadi gambaran potensi perkebunan lokal yang dinilai masih dapat diperluas dengan dukungan sarana produksi dan infrastruktur.

Potensi itu menjadi perhatian Ketua DPD HKTI Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., saat mengunjungi Kebun Salak Sari Intan, Senin (12/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Nyanyang berdialog dengan petani sekaligus mengikuti kegiatan panen salak.

Sumarno menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan perkebunan hingga 3–4 hektare. Namun, pengembangan tersebut membutuhkan dukungan berupa pupuk bersubsidi dan pembangunan jalan masuk yang memadai agar aktivitas perkebunan serta distribusi hasil panen dapat berjalan lebih baik.

Nyanyang menilai Bintan memiliki potensi pertanian yang perlu terus dikembangkan, termasuk komoditas durian dan salak yang memiliki karakteristik khas. Menurutnya, potensi tersebut dapat diarahkan menjadi keunggulan pertanian daerah.


“Potensi pertanian Bintan harus terus dikembangkan. Komoditas yang memiliki keunggulan khas perlu didorong agar menjadi produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” demikian pesan yang disampaikan dalam dialog bersama petani.

HKTI Kepri juga akan mendorong koordinasi dengan dinas terkait. Nyanyang menyebut bantuan mesin pencacah daun telah masuk dalam anggaran Pemprov Kepri, sedangkan kebutuhan pupuk bersubsidi mengikuti ketentuan bagi kelompok tani yang terdaftar.

Kunjungan ini menegaskan pentingnya pengembangan perkebunan berbasis potensi lokal. Dengan dukungan yang tepat, usaha tani salak di Bintan diharapkan mampu berkembang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi petani.