12 Oktober 2026, 22:20 WIB
Last Updated 2026-10-12T15:20:04Z
bintan

Empat Pilar Hilirisasi Salak Sari Intan, HKTI Bintan Targetkan 50 Petani Aktif pada 2027

Advertisement



BINTAN - HKTI DPC Kabupaten Bintan menyiapkan empat pilar pengembangan Salak Sari Intan untuk memperkuat produksi, mendorong pengolahan hasil panen, membangun kelembagaan petani, dan memperluas pasar. Melalui program tersebut, HKTI menargetkan sedikitnya 50 petani salak aktif pada 2027.

Ketua HKTI DPC Kabupaten Bintan, Billy Yusak Onimbala, menyatakan pihaknya siap menggerakkan pengembangan komoditas unggulan tersebut. Program ini berjalan searah dengan arahan Ketua HKTI DPD Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

Pilar pertama adalah penguatan sektor hulu melalui perluasan kebun Salak Intan, penggunaan bibit bersertifikat, dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Langkah ini diarahkan untuk memperkuat fondasi produksi sekaligus mendukung kualitas hasil panen.

Pilar kedua berfokus pada pengolahan. HKTI merencanakan pembangunan Rumah Produksi Bersama yang akan mengembangkan produk salak kupas beku (frozen) dan keripik salak. Produk olahan ini diharapkan memberikan pilihan pemasaran selain buah segar.

Pilar ketiga adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan Koperasi Tani HKTI Bintan Juara. Koperasi tersebut diproyeksikan berperan sebagai mitra penyerapan hasil panen atau off-taker, sehingga petani memiliki dukungan dalam menyalurkan produksi.



Pilar keempat menyasar perluasan pasar dengan merek “SALAK SARI INTAN BINTAN”. Pemasaran direncanakan menjangkau Tanjungpinang dan Batam, kemudian membuka peluang ke Singapura dan Malaysia. Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban serta Pelabuhan Lagoi turut diarahkan sebagai jalur distribusi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Riang Anggraini, S.STP., M.A.P., menyampaikan bahwa Salak Sari Intan merupakan salah satu kebanggaan daerah dan diminati masyarakat. Ia berharap dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Bintan dapat mendorong peningkatan produksi agar permintaan pasar yang lebih luas dapat terpenuhi.

Bagi HKTI Bintan, target 50 petani aktif pada 2027 menjadi bagian dari upaya memperkuat kesinambungan pasokan dan pengembangan produk. Dengan menjalankan keempat pilar tersebut secara terpadu, Salak Sari Intan diharapkan semakin kompetitif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani serta masyarakat Kabupaten Bintan.