22 Oktober 2026, 15:26 WIB
Last Updated 2026-10-22T08:26:25Z
balinasional

Departemen Luar Negeri AS Selenggarakan Lokakarya Regional tentang Keamanan Rantai Pasok Semikonduktor

Advertisement

BALI - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyelenggarakan Lokakarya Regional tentang Keamanan Rantai Pasok Semikonduktor di Bali, Indonesia, pada 19–22 Oktober. Para ahli dari Sandia National Laboratories, laboratorium nasional di bawah Departemen Energi AS, melaksanakan program ini atas nama Departemen Luar Negeri AS. Program tatap muka selama empat hari ini mempertemukan pejabat pemerintah, perwakilan industri, dan pakar akademisi dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam untuk memperkuat kerja sama regional dalam keamanan rantai pasok semikonduktor dan investasi lintas negara. 

Regional Semiconductor Supply Chain Security
and Cross-Border Investment Workshop
Hyatt Regency Sanur
Bali, Indonesia
19-22 October 2026

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman, menyambut para peserta. Dalam sambutannya, Asisten Deputi Soekirman menekankan pentingnya rantai pasok semikonduktor yang aman bagi pembangunan ekonomi Indonesia, serta menyoroti nilai kerja sama regional dalam mengelola risiko teknologi dan investasi. “Tujuan kita seharusnya tidak hanya memperluas perdagangan dan menarik investasi, tetapi juga memperkuat kapabilitas dalam negeri Indonesia, mengembangkan talenta berkualitas tinggi, dan membangun peran yang lebih bermakna bagi Indonesia dalam rantai nilai semikonduktor global,” kata Soekirman. 

Konsul Jenderal AS di Surabaya, Christopher Green, membuka lokakarya ini. Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Green menyoroti bagaimana rantai pasok semikonduktor yang aman dan tangguh mendukung pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional di seluruh kawasan. Ia juga menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Indonesia dan mitra lainnya dalam mencegah transfer teknologi ilegal.  

“Rantai pasok semikonduktor yang aman sangat penting bagi kemakmuran dan keamanan Amerika Serikat serta mitra-mitra kami di Indo-Pasifik. Lokakarya ini membangun keahlian praktis yang dibutuhkan mitra kami untuk melindungi teknologi penting dan menarik investasi yang tepercaya,” kata Konsul Jenderal Green. 

Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green 

Para ahli dari Sandia National Laboratories memimpin diskusi mendalam dan latihan interaktif mengenai rantai pasok internasional yang kompleks untuk teknologi semikonduktor. Sesi-sesi tersebut membahas regulasi transfer teknologi, tantangan pengendalian ekspor yang khas pada cip semikonduktor, penilaian kerentanan, instrumen investasi lintas negara, serta strategi analisis dan mitigasi risiko. 

Melalui presentasi, diskusi panel, dan latihan praktik langsung, para peserta:  

  • Berdiskusi dengan para ahli mengenai teknologi semikonduktor, kerentanan rantai pasok, investasi lintas negara, serta praktik terbaik dalam mitigasi risiko; 

  • Membahas pendekatan untuk mengamankan rantai pasok semikonduktor, termasuk kemitraan publik dan sektor swasta, pengendalian ekspor strategis, serta proses penyaringan investasi; dan 

  • Mengkaji peran berbagai lembaga pemerintah dalam melindungi industri dalam negeri, menjaga keamanan nasional, dan mengelola investasi lintas negara secara bertanggung jawab. 

Para peserta terdiri dari manajer dan pejabat dari kementerian yang bertanggung jawab atas administrasi perdagangan strategis, penegakan hukum, dan penuntutan; kebijakan ekonomi dan teknologi; investasi dan keuangan; serta urusan luar negeri dan dalam negeri. Perwakilan dari lembaga akademik dan penelitian yang memiliki minat pada keamanan rantai pasok semikonduktor juga turut berpartisipasi. 

Topik yang dibahas meliputi pengenalan cip semikonduktor dan kerentanan rantai pasok, tantangan pengendalian ekspor dan transfer teknologi tak berwujud, kerja sama publik-swasta, manajemen risiko rantai pasok, serta instrumen investasi lintas negara, termasuk modal ventura, usaha patungan, ekuitas swasta, dan investasi greenfield. Para peserta juga membahas analisis risiko investasi, mitigasi, dan praktik penyaringan.  

Lokakarya ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Departemen Luar Negeri AS untuk memperkuat keamanan ekonomi dan rantai pasok yang tangguh, melalui kemitraan dengan sekutu dan mitra di seluruh kawasan Indo-Pasifik.