7 Oktober 2026, 15:19 WIB
Last Updated 2026-10-07T08:19:59Z
Batamnasional

MUNAS XVII ORGANDA Jadi Momentum Menentukan Arah Transportasi Jalan Nasional

Advertisement

BATAM – Musyawarah Nasional (MUNAS) XVII ORGANDA Tahun 2026 di Batam menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan ORGANDA menghadapi transformasi industri transportasi jalan.

Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (DPP ORGANDA) menyelenggarakan MUNAS XVII pada 6–8 Oktober 2026 di Hotel Grand Mercure Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau. Forum tertinggi organisasi tersebut mengangkat tema “ORGANDA Menjawab Disrupsi: Kepastian Regulasi, Kesetaraan Usaha, dan Keselamatan Transportasi untuk Angkutan Penumpang dan Logistik Berkelanjutan.”

Melalui MUNAS, ORGANDA membahas berbagai persoalan strategis industri angkutan jalan, mengevaluasi program organisasi, menyusun arah dan program kerja mendatang, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk disampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan. MUNAS juga menjadi bagian dari proses organisasi dalam menentukan kepemimpinan dan kepengurusan ORGANDA untuk periode berikutnya sesuai ketentuan organisasi.

Transformasi teknologi digital, perubahan pola mobilitas masyarakat, kemunculan model bisnis baru, tuntutan peningkatan keselamatan, serta kebutuhan transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan menjadi tantangan yang harus dijawab pelaku industri.

Ketua Umum DPP ORGANDA incumbent, Adrianto Djokosoetono, menekankan pentingnya kepastian hukum dan kesetaraan kesempatan berusaha. ORGANDA mendukung perkembangan teknologi transportasi, namun transformasi tersebut harus berlangsung dalam kerangka regulasi yang berkeadilan, menciptakan persaingan usaha yang sehat, dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas.



Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP ORGANDA incumbent, Kurnia Lesani Adnan, menekankan perlunya kebijakan yang realistis dan dapat diterapkan di lapangan. Inflasi, distribusi BBM subsidi, persaingan tarif yang tidak sehat, hingga kebijakan Zero ODOL disebut membutuhkan penyelesaian yang melibatkan seluruh ekosistem transportasi.

ORGANDA juga menyoroti persoalan level playing field di tengah berkembangnya berbagai model layanan transportasi. Pelaku angkutan jalan menghadapi tantangan regulasi, perizinan, biaya operasional, standar keselamatan, teknologi, serta persaingan dengan model bisnis yang memiliki karakteristik dan beban regulasi berbeda.

Karena itu, ORGANDA mendorong harmonisasi regulasi pemerintah pusat dan daerah, konsistensi pengawasan serta penegakan hukum, peningkatan standar keselamatan dan profesionalisme, serta percepatan adaptasi terhadap teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Dengan berlangsungnya MUNAS hingga 8 Oktober 2026, ORGANDA berharap konsolidasi nasional pelaku usaha angkutan jalan tersebut menghasilkan keputusan dan rekomendasi konkret bagi pemerintah. Agenda itu sekaligus diharapkan memperkuat ORGANDA sebagai penghubung kepentingan pelaku usaha dan pembuat kebijakan demi terwujudnya transportasi jalan Indonesia yang aman, adil, kompetitif, modern, dan berkelanjutan.