11 Oktober 2026, 20:18 WIB
Last Updated 2026-10-11T13:18:46Z
Tanjungpinang

Nyanyang Dorong Akses Pasar Petani, HKTI dan BUMA Gelar Pasar Murah serta Bagikan Sembako

Advertisement



TANJUNGPINANG - Ketua DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mendorong perluasan akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM melalui program Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner HKTI Kota Tanjungpinang. Berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di halaman Ramayana Mall Tanjungpinang ini menghadirkan pasar murah, melibatkan sekitar 40 pelaku UMKM, serta diisi pembagian paket sembako kepada petani dan masyarakat.

Program yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional tersebut menjadi langkah HKTI Tanjungpinang dalam mempertemukan petani, pelaku usaha, dan konsumen. Kolaborasi HKTI dengan BUMA melalui pasar murah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Nyanyang, yang juga menjabat Wakil Gubernur Kepulauan Riau, mengatakan Gerbang Pangan dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, dan berbagai produk hasil pertanian.

“Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner ini menghadirkan pasar murah yang menjual beras, minyak goreng, hingga komoditas hasil pertanian dengan harga grosir tanpa mengambil keuntungan,” ujar Nyanyang.


Menurutnya, kolaborasi antara HKTI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat distribusi pangan serta mendukung upaya menjaga daya beli masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, produk pertanian dan pangan lokal diharapkan semakin mudah dijangkau konsumen.

Pada pelaksanaan perdana, sekitar 2–3 ton komoditas disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar murah. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian paket sembako kepada petani dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang berperan dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Pembagian paket sembako kepada petani menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Tani Nasional tersebut. Selain memperoleh dukungan melalui kegiatan sosial, petani diharapkan mendapatkan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka, seiring upaya memperkuat akses pemasaran hasil pertanian.

Di sisi lain, keterlibatan sekitar 40 pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Kehadiran mereka membuka ruang bagi usaha lokal untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan meningkatkan peluang penjualan.

Ketua DPC HKTI Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Al Qayum, mengatakan program Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner dirancang untuk memberikan ruang usaha dan segmen pasar yang lebih jelas bagi pelaku UMKM.

“Pada gelaran perdana ini, ada sekitar 40 pelaku UMKM yang terlibat. Kami ingin memberikan tempat dan segmen pasar yang jelas bagi mereka untuk berjualan, sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Sadmi.

Ke depan, HKTI Tanjungpinang berencana menyediakan stan khusus bagi petani agar mereka dapat memasarkan hasil panen secara langsung kepada konsumen. Langkah ini diharapkan membuka alternatif jalur penjualan sekaligus memperpendek jarak antara produsen dan pembeli.

Dengan pemasaran langsung, petani berpeluang memperluas jangkauan konsumen, sedangkan masyarakat mendapatkan lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Rencana tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan Gerbang Pangan agar tidak hanya berfungsi sebagai pasar murah, tetapi turut menjadi wadah pemasaran produk pertanian lokal.

HKTI Tanjungpinang selanjutnya merencanakan kegiatan serupa di kawasan Food Street Bintan Center dalam dua hingga tiga minggu setelah pelaksanaan perdana. Agenda tersebut ditargetkan melibatkan lebih banyak UMKM dan merangkul berbagai komunitas lokal.

“Insyaallah dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami berencana menggelar acara serupa di area Food Street Bintan Center dengan melibatkan lebih banyak UMKM dan merangkul berbagai komunitas lokal,” kata Sadmi.

Bagi Nyanyang selaku Ketua DPD HKTI Kepri, pengembangan akses pemasaran menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian. Peningkatan produksi perlu diimbangi dengan kesempatan bagi petani untuk menjual hasil panen dan memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Melalui sinergi HKTI, BUMA, pemerintah daerah, petani, dan pelaku UMKM, Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner diharapkan berkembang menjadi ruang pemasaran produk lokal yang berkesinambungan. Dengan demikian, momentum Hari Tani Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pasar petani, membantu masyarakat memperoleh pangan terjangkau, dan memperkuat ekonomi lokal di Tanjungpinang.