Iklan

gudnyus
16 Maret 2019, 03:54 WIB
Last Updated 2019-03-15T23:05:29Z
Info

30 Wajib Pajak Besar Terima Apresiasi dan Penghargaan dari Menteri Keuangan

Advertisement
30 Wajib Pajak Besar Terima Apresiasi dan Penghargaan dari Menteri Keuangan (foto:kemenkeu.go.id)

Gudnyus.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyerahkan penghargaan untuk Wajib Pajak (WP) terbaik dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar 1, 2, 3, dan 4.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kantor Wilayah LTO (Large Tax Office) kepada 30 Wajib Pajak yang terdiri dari 24 Wajib Pajak Badan dan 6 Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah berkontribusi dan bersinergi dengan sangat baik di tahun 2018.

Dalam siaran persnya, Kemenkeu merincikan daftar 24 Wajib Pajak Badan penerima penghargaan terdiri dari PT Adaro Indonesia, United Tractors, BCA, PT Freeport Indonesia, PT Kaltim Primaco, PT Kideco Jaya Agung, PT Honda Prospect Motor, PT Daihatsu Motor, PT Astra Honda Motor, PT Toyota Astra Motor, PT Unilever Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical, PT Petrokimia Gresik, Perusahaan Gas Negara, PT PLN, PT Pertamina, PT Bukit Asam, PT Biofarma, PT Pembangunan Perumahan, Bank Mandiri, BNI, BRI, PT Telekomunikasi Indonesia, dan PT Pelabuhan Indonesia III.

Sedangkan 6 Wajib Pajak Orang Pribadi yang juga menerima penghargaan yaitu Alexander Tedja, TP Rachmat, Eddy Kusnadi Sariaatmaja, Arifin Panigoro, Garibaldi Thohir, dan Budi Purnomo Hadisurjo.

Baca Juga: Inilah bisnis 6 Konglomerat Indonesia Yang Rajin Bayar Pajak

"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas sinergi antara Kemenkeu DJP (Direktorat Jenderal Pajak) khususnya Kanwil LTO dengan seluruh dunia usaha maupun Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki komitmen luar biasa, loyal, serta kecintaan terhadap Indonesia. Saya lihat tadi penerima penghargaan dari sektor yang sangat diverse. Ada otomotif, consumer goods, konstruksi, ada juga pertambangan," ucap Menkeu di Aula Sinergi 1, Kanwil LTO, Rabu (13/03).

Pada kesempatan itu, Menkeu juga menuturkan bahwa penerimaan pajak dari Kanwil LTO pada tahun 2018 menyumbang 31% dari total target penerimaan pajak. Disebutkan sebelumnya oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan, untuk tahun 2019 Kanwil LTO ditargetkan pertumbuhan pajak sebesar 19%.

Lebih jauh, target pertumbuhan tahun 2019 sebesar 5,3% menurut Menkeu akan cukup berat untuk dicapai. Untuk itu, Pemerintah akan terus berusaha menjaga kestabilan ekonomi agar dapat terus menggerakkan kegiatan ekonomi dan geliat usaha para Wajib Pajak juga dapat terus meningkat.