Iklan

gudnyus
10 Maret 2019, 15:30 WIB
Last Updated 2019-03-11T04:20:03Z
InfoInsight

Diskusi Garbi Kepri: Pembangunan Karakter Sangat Fundamental

Advertisement
Diskusi Garbi Kepri terkait Pembangunan Karakter

Gudnyus.id - Pembangunan karakter menjadi salah satu isu diskusi yang muncul dalam agenda Sarapan Bareng (Sabar) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kepri di Prata 37 KDA, Minggu (10/3/19).

Menurut Didi yang merupakan seorang pengajar di Batam, pendidikan karakter sangat fundamental dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang kuat.

"Kita harus bisa membentuk generasi saat ini agar siap di masa mendatang, 30 tahun ke depan," ujarnya.

Pemerintah telah merumuskan 18 nilai karakter yang akan ditamamkan dalam diri peserta didik sebagai upaya membangun karakter bangsa. Sayangnya, implementasi 18 karakter itu masih jauh dari harapan.

"Kurikulum kita memberikan porsi besar untuk pendidikan karakter namun prakteknya masih meleset. Sulit terealisasi," ungkap dia.

Didi juga menyoroti banyaknya pengangguran saat ini. Pendidikan vokasi seperti SMK masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan untuk mengurangi angka pengangguran.

"Intelektual generasi muda perlu kita bangun. Ekonomi tidak akan kuat bila generasi penerus lemah, bagaimana kita menjadi negara maju bila karakter kita seperti ini, bagaimana menguasai teknologi bila karakter kita takut mencoba," jelasnya.

Menanggapi persoalan ini, pembina Garbi Kepri, Abdul Rahman mengatakan pembentukan karakter adalah prioritas utama dalam menjadikan Indonesia masuk dalam 5 besar kekuatan dunia.

"Ini adalah konsep awal yang harus kita miliki di pribadi masing-masing. Perubahan pertama adalah perubahan esensial dalam diri kita," ujar dia.

Abdul Rahman juga mengingatkan secara berurutan surat Alquran yang turun menekankan tentang membaca (Al-'alaq) dan menulis (Al-Qalam). Kedua kegiatan itu sangat erat hubungannya dengan pendidikan dan pengetahuan.

"Maka konsep kepemimpinan dalam Islam harus dibangun dengan pengetahuan. Secara intelektual kita kuat dan secara spiritual kita harus kokoh," jelasnya.