Iklan

gudnyus
18 April 2019, 10:48 WIB
Last Updated 2019-04-18T03:48:59Z
Info

Fahri Hamzah: Kemana KPU Dan BAWASLU?

Advertisement
Fahri Hamzah Mempertanyakan Keberadaan KPU Dan BAWASLU (Foto:Fb./FahriHamzahPage)

Gudnyus.com - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hmazah mempertanyakan keberadaa KPU dan Bawaslu dalam penyelenggaraan Pemilu 17 April 2019. Ia menilai di masa setelah pemungutan suara ini harusnya KPU, Bawaslu dan DKPP lah banyak bicara bukan peserta pemilu dan lembaga survey. Menurutny hal ini membuat seolah negara hilang ketika di tengah masyarakat terjadi pembelahan dan keresahan.

"Sementara media sosial dan masyarakat melaporkan dari TPS masing-masing tentang kejanggalan, kecurangan dan dugaan pelanggaran. Otoritas negara penyelenggara pemilu diam seribu bahasa. Ruang publik jadi kompetisi lanjutan. Ada apa dengan kalian KPU, Bawaslu?," Ujar Fahri melalui sosial medianya, Kamis (18/4).

Fahri mengungkapkan pencoblosan adalah akhir kompetisi. Setiap sengketa yang muncul harus diselesaikan sesuai proses hukum. Sayangnya, absennya peran KPU dan Bawaslu tidak memberikan kepastian sehingga membuat masyarakat tetap tidak tenang.

"Saya menghimbau agar KPU dan Bawaslu khususnya agar mengaktifkan Media Centernya sehingga kalau bisa 24 jam pengaduan masyarakat ditanggapi, sehingga seluruh dugaan kejanggalan, dan kecurangan mendapatkan penjelasan yang memadai dan memuaskan," saran dia.

Menurut Fahri mengaktifkan Media Center dan pusat respon yang aktif 24 jam akan membuat masa-masa pasca pencoblosan ini berlangsung damai. Apalagi Pasangan capres dan cawapres telah menyampaikan pesan agar setiap pendukung tetap tenang dan damai.

"Sekali lagi, jangan buka celah sengketa lanjutan. Jangan biarkan rakyat saling berkompetisi data tentang kecurangan dan kejanggalan. KPU dan Bawaslu harus turun tangan menjawab semuanya. Sekarang. Jangan tunggu situasi lain," pungkasnya.