-->

Iklan

gudnyus
19 April 2019, 00:41 WIB
Last Updated 2019-04-18T17:43:11Z
Insight

Memprediksi Indonesia Pasca Pilpres Lewat Perilaku Pasar

Advertisement

Gudnyus.id
- Pagi ini (18/4) beberapa teman minta pendapat saya: apakah Indonesia akan chaos pasca Pilpres?

Saya bukan pengamat politik dan libido saya rendah terhadap politik. Namun sebagai pengusaha saya punya kepentingan akan masa depan demi mengamankan dan mengembangkan kapital perusahaan. Ideologi tiap pengusaha itu sama: untung. Mau sebaik atau sejelek apapun situasi, pengusaha maunya tetap untung.

Tiap pengusaha juga sangat membenci ketidakpastian. Kalau jelek ya jelek saja. Bagus ya bagus saja. Yang pasti-pasti saja. Karena dari yang pasti itu pengusaha bisa mengambil keputusan akan mengambil langkah apa. Namun masa depan tidak ada yang pasti. Karena itu tiap pengusaha dan pedagang mesti punya kemampuan memprediksi masa depan. Makin akurat makin baik.

Ketika seorang pengusaha harus membuat prediksi, apa referensi yang mereka gunakan?

Salah satu referensi terkuat adalah mencermati perilaku pasar itu sendiri; yang terdiri dari penjual dan pembeli. Di pasar ideologinya juga sama: untung. Perilaku pasar yang paling bisa dipantau secara langsung adalah pasar modal dan pasar uanng.

Dua pasar ini diisi oleh orang-orang yang tugas dan pekerjaan sehari-harinya adalah memprediksi masa depan. Bukan pakai bola ramalan. Tapi menggunakan rumus-rumus yang rumit, menganalisa secara teknikal dan fundamental, serta dilakukan oleh orang-orang sangat terdidik dan berpengalaman panjang. Tujuannya cuma satu: kalau saya beli atau jual ini dan itu, apakah saya bisa untung di masa depan?

Orang-orang ini pada prinsipnya akan meletakkan uang mereka di tempat uang itu bisa berkembang. Minimal aman. Caranya adalah dengan membeli sesuatu itu. Kalau sesuatu itu dirasa tidak aman, mereka akan jual. Cari yang lain yang aman untuk dibeli. Begitu tiap detik, menit, dan hari.

Pagi ini ketika pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dan pasar uang dimulai, para pedagang ini harus menganalisa dan membuat prediksi apa yang mungkin terjadi di masa depan berdasarkan peristiwa yang sudah terjadi. Dalam hal ini adalah Pilpres kemarin dan dinamika yang berkembang. Dari hasil analisa tersebut mereka membuat keputusan: jual atau beli. Hasilnya adalah BELI (buy-in)

Bisa dilihat di BEI, IHSG terjadi penguatan. Saham-saham menguat. Artinya orang membeli saham-saham perusahaan Indonesia. Beli artinya confident. Sama halnya dengan pasar uang. IDR menguat terhadap USD ketika pasar dibuka dibandingkan hari-hari sebelumnya. Menguat artinya lebih banyak yang dibeli ketimbang yang dijual.

Demikianlah perilaku pelaku pasar modal dan uang yang terjadi mulai pagi ini. Berdasarkan referensi itu saya memprediksi (dan berharap) pasca Pilpres Indonesia akan baik-baik saja. Chart dan angka-angka ini bagi pengusaha jauh lebih bernilai untuk dijadikan referensi memprediksi masa depan, ketimbang pernyataan para pelaku dan pengamat politik di televisi yang memang 'tugasnya' adalah bertengkar.

Berdasarkan perilaku di BEI dan pasar uang inilah saya bisa memberikan jawaban kepada teman-teman: Insya Allah negara kita akan baik-baik saja.

Tentu saja prediksi masa depan bisa salah. Karena masa depan tidak ada yang pasti. Tapi, saya yakin kita semua berharap Indonesia akan selalu baik-baik saja siapapun pemimpinnya.

Ditulis oleh:
Hilman Fajrian
CEO & Founder Arkademi