Iklan

gudnyus
21 Mei 2019, 10:21 WIB
Last Updated 2019-05-21T03:30:48Z
sehat

Kriteria dan Tanda-Tanda Kecanduan Game Online

Advertisement

Gudnyus.id - Ternyata tidak semua pemain game online dapat dikatakan sebagai pecandu. Menurut situs resmi kementerian kesehatan, terdapat tiga alasan seseorang memainkan permainan berbasis internet (game online), diantaranya bertujuan untuk bersenang-senang, menghilangkan stres, dan mengisi waktu luang.

"Kita tidak boleh mengatakan semua yang memainkan game sebagai seorang yang kecanduan atau gangguan mental," ujar praktisi kesehatan jiwa, dr. Kristiana Siste, SpKJ (K) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO) menetapkan kecanduan game atau game disorder ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental untuk pertama kalinya.

"Dalam versi terbaru ICD-11, WHO menyatakan kecanduan game merupakan disorders due to addictive behavior atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan," jelasnya.

Diungkapkan dr. Siste, seseorang disebut online/video gaming disorder bila memenuhi kriteria yang telah ditetapkan WHO, yaitu sebagai berikut.
  1. Ada ganguan kontrol untuk melakukan permainan tersebut (tidak dapat mengendalikan diri)
  2. Lebih memprioritaskan memainkan permainan tersebut dibandingkan dengan aktivitas yang seharusnya lebih diutamakan
  3. Intensitasnya semakin meningkat dan berkelanjutan meskipun ada konsekuensi atau dampak negatif yang dirasakan
  4. Perilaku berpola tersebut menyebabkan gangguan yang bermakna pada fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan dan area penting lainnya
  5. Pola tersebut sudah belangsung selama 12 bulan.
"Bermain game sampai menyebabkan distress dan disfungsi, barulah akan kita masukkan ke kategori gangguan mental", tukas dr. Siste.

Menurut dr. Siste, game sangat disukai seseorang dari beragam usia karena adanya konten yang memacu adrenalin berupa tantangan. Dalam game semua pemain diberikan kesempatan yang sama untuk menang.

"Game memberikan reward kepada setiap pemenangnya secara cepat, seperti poin dan lainnya. Sementara dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa demikian," ujar dr. Siste.

Munculnya permainan dengan kategori Massive Multiplayer Online Role Playing Games (MMORPG) disinyalir juga sebagai pemicu semakin rentannya kecanduan terhadap game. Dalam MMORPG, game dapat dimainkan bersama teman lainnya secara online.

Para pemainnya dapat membentuk kepribadian yang diinginkan, mengontrol karakternya, melakukan pembagian tugas dan berinteraksi dengan pemain lain secara virtual. Permainan terus berlanjut meski pemain tidak sedang memainkannya.

"Bila seseorang sudah dampai tahap kecanduan biasanya menunjukkan gejala putus perilaku, yakni apabila dihentikan kesenangannya (bermain game) maka akan timbul energi negatif, mulai dari kesal, marah-marah, mengancam orang lain, bahkan menyakiti diri sendir ," Pungkas dr. Siste.

Semoga kita belum masuk kategri pemain game yang mengalami candu atau gangguan mental ya sob

foto: theindependentbd.com