-->

Iklan

gudnyus
21 Mei 2019, 09:57 WIB
Last Updated 2019-05-21T02:57:18Z
Insight

Sejarah Awal Mula Budaya Ngopi di Indonesia

Advertisement

Gudnyus.id - Budaya minum kopi di Indonesia tumbuh sebagai kebiasaan yang dilakukan sejak jaman Belanda. Belanda menanam kopi secara besar-besaran melalui program tanam paksa.

Menurut beberapa sumber, kopi di Indonesia pertama kali dibawa oleh pria berkebangsaan Belanda sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arab.

Belanda mulai mendirikan perkebunan kopi pertama di daerah Priangan Jawa Barat. Selanjutnya, pengembangan kopi mulai dilakukan juga hampir di seluruh Pulau Jawa dan wilayah lainnya, seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Timor. Seiring dengan perkembangan itu, masyarakat Indonesia menjadi gemar minum kopi.

Industri kopi di Indonesia masa lampau mengalami pasang surut. Setelah “kejayaan tanam paksa”, kejatuhan industri kopi dimulai ketika serangan penyakit karat daun yang melanda pada tahun 1878.

Jawa Barat merupakan wilayah terparah akibat serangan hama penyakit tersebut. Wabah ini membunuh nyaris semua tanaman kopi arabika yang tumbuh di dataran rendah.

Sedikit yang tersisa dari kejayaan perkebunan kopi Indonesia, adalah kopi arabika yang masih tersisa di wilayah Jawa Barat, antara lain di perkebunan Gunung Malabar-Pangalengan Kabupaten Bandung.

Secara geografis wilayah tersebut memiliki ketinggian 1.400–1.800 meter di atas permukaan laut (m dpl), suhu udara 15-21oC, serta curah hujan 2.000 mm/tahun. Kondisi tersebut merupakan lahan dan iklim yang sangat cocok untuk produktivitas Kopi Arabika.

Panggabean dalam Setjen Kementan (2016) menjelaskan setelah timbul serangan penyakit karat daun, Pemerintah Hindia Belanda segera mendatangkan kopi jenis robusta pada tahun 1900.

Kopi jenis ini diketahui lebih tahan terhadap penyakit dan memerlukan syarat tumbuh serta pemeliharaan yang lebih ringan, namun hasil produksinya jauh lebih tinggi dibandingkan kopi arabika.

Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian hanya 800 meter di atas permukaan laut. Hal inilah yang menyebabkan kopi robusta lebih cepat berkembang hingga mencapai lebih dari 80% dari
luas areal pertanaman kopi di Indonesia.

Sumber : Kementerian Perindustrian