Iklan

Bhama
9 Januari 2020, 17:07 WIB
Last Updated 2020-01-09T10:07:49Z
Insight

Leptospirosis, Inilah Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Advertisement


Gudnyus.id – Musim hujan telah tiba, banjir pun tak lama akan ikut meramaikan. Salah satu penyakit yang sangat berpotensi menular saat banjir adalah leptospirosis atau penyakit yang dapat ditularkan melalui kencing tikus. Penularan leptospirosis dengan cara masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lender, mata, hidung, kulit lecet, dan makanan.

Menteri Kesehatan RI Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) RI mengatakan penularan air kencing tikus ke dalam tubuh manusia sangat potensial saat banjir. Genangan air yang memasuki setiap sudut rumah memudahkan aliran air kencing tikus masuk ke dalam tubuh manusia.

''Warga terdampak banjir harus terhindar dari leptospirosis. Intinya menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat seperti sebelum makan harus cuci tangan pakai sabun. Hal tersebut sangat mendasar namun efeknya ke kesehatan sangat berpengaruh, karena tangan menjadi media langsung antara makanan hingga ke mulut,'' kata Menkes Terawan.

Seseorang yang tertular leptospirosis dapat dilihat dari gejala yang terjadi berupa tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, dan iritasi.

Sebelumnya apakah kamu tau leptospirosis itu apa? Apa gejalanya? Apa penyebabnya? Bagaimana penangannya? Dan Bagaimana cara pencegahannya?

1.  Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Leptospirosis dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. Penyakit infeksi bakteri ini banyak terjadi di daerah yang terkena banjir.

2.   Tidak semua orang dapat terkena penyakit ini, namun apabila terkena kamu akan langsung menunjukkan gejala, apabila kamu terkena penyakit ini kamu akan melewati masa inkubasi kurang lebih 10 hari dengan ciri-ciri :

·         Demam tinggi hingga menggigil.
·         Nyeri kepala.
·         Nyeri otot khususnya di daerah betis.
·         Sakit tenggorokan disertai batuk kering.
·         Mata merah dan kulit menguning.
·         Mual hingga muntah-muntah dan disertai diare.
·         Ruam
·         Konjungtivitis

Leptospirosis biasanya menunjukkan gejala secara mendadak dalam waktu 2 minggu setelah penderita terinfeksi. Pada sebagian kasus, gejala baru terlihat setelah 1 bulan. Pasca kemunculan gejala, penderita leptospirosis biasanya akan pulih dalam waktu 1 minggu setelah sistem imunitas dapat mengalahkan infeksi.

Namun sebagian penderita akan mengalami tahap kedua penyakit leptospirosis yang dikenal sebagai penyakit Weil. Gejala penyakit Weil ini ditandai dengan dada terasa nyeri, serta kaki dan tangan yang bengkak. 

Selama terserang tahap kedua penyakit leptospirosis ini, bakteri dapat menyerang organ lain sehingga kondisi menjadi lebih parah. Keadaan tersebut ditunjukkan dengan:
·  Gangguan pada paru-paru dengan gejala batuk, napas pendek, dan batuk yang mengeluarkan darah.
·       Gangguan pada ginjal yang dapat berujung dengan kondisi gagal ginjal.
·       Gangguan pada otak yang ditunjukkan dengan gejala meningitis.
·   Gangguan pada jantung yang memicu peradangan jantung (miokarditis) atau gagal jantung.

3.  Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira yang dibawa oleh hewan tertentu. Leptospira dapat hidup selama beberapa tahun pada ginjal hewan yang terinfeksi bakteri ini, lalu dikeluarkan melalui urine hewan tersebut sehingga dapat mengkontaminasi air atau tanah di lingkungan.

Bakteri yang mengontaminasi air dan tanah tersebut dapat bertahan dalam hitungan bulan atau tahun. Sementara hewan yang terkena infeksi ini dapat terus menyebarkan bakteri meski tidak menunjukkan gejala penyakit ini. 

Penularan pada manusia terjadi saat adanya kontak langsung antara manusia dengan urine hewan yang terinfeksi, atau dengan air, tanah, dan makanan yang telah terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi bakteri leptospira.

Seseorang dapat terinfeksi bakteri jika mata, mulut, hidung, ataupun luka terbuka pada kulit bersinggungan dengan:

·         urine, darah, ataupun jaringan dari binatang yang membawa bakteri
·         air yang terkontaminasi oleh bakteri
·         tanah yang terkontaminasi oleh bakteri
·         seseorang juga dapat terkena leptospirosis jika tergigit binatang yang terinfeksi oleh penyakit tersebut.

Bakteri ini memasuki tubuh melalui kulit pada luka terbuka, kulit yang kering, atau lapisan lendir tubuh (seperti mata, hidung, atau mulut). Biasanya manusia dapat terserang leptospirosis saat terserang banjir di mana air tersebut sudah terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi bakteri lepstospira.

4. Infeksi leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik untuk membasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat kondisi ini. Obat antibiotik yang umumnya digunakan untuk leptospirosis adalah penisilin dan doksisiklin. Untuk kasus yang ringan, pasien dapat diberikan obat antibiotik tablet.

      Antibiotik biasanya diberikan selama 1 minggu dan harus dikonsumsi hingga obat habis untuk memastikan infeksi sudah bersih. Dalam waktu beberapa hari setelah pengobatan, kondisi penderita biasanya sudah pulih.

Selain antibiotik, obat pereda nyeri, seperti  paracetamol  juga dapat diberikan untuk mengatasi gejala awal leptospirosis, seperti demam, sakit kepala, atau nyeri otot. Jika penyakit leptirospirosis berkembang lebih parah atau sering disebut penyakit Weil, maka pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Pada kondisi ini, antibiotik akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena dalam tubuh. Saat infeksi telah menyerang organ tubuh, maka beberapa penanganan tambahan diperlukan untuk menjaga sekaligus mengembalikan fungsi tubuh, seperti:
·     Infus cairan, untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada penderita yang tidak bisa     minum banyak air.
·         Pemantauan terhadap kerja jantung.
·         Pemakaian alat bantu pernapasan jika terjadi gangguan pernapasan pada penderita.
·         Dialisis atau cuci darah, untuk membantu fungsi ginjal.

Kemungkinan sembuh penyakit Weil tergantung dari organ mana yang ikut terserang infeksi dan tingkat keparahannya. Kematian pada pasien leptospirosis parah yang terjadi biasanya disebabkan oleh komplikasi gangguan paru, ganguan ginjal, atau perdarahan dalam tubuh.

5.  Agar terhindar dari leptospirosis, bersihkanlah sekeliling rumah sebelum banjir melanda. Jangan sampai ada ruang untuk tikus tinggal dan beranak pinak. Karena, tikus merupakan salah satu hewan yang menjadi media penyebaran kuman selain kucing, anjing, sapi, domba, dan babi.

Sebisa mungkin jauhkan diri dari air banjir ketika banjir terjadi. Apalagi jika ada bagian tubuh yang sedang terluka, kuman dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, seseorang juga bisa melindungi diri dari leptospirosis dengan rajin mencuci tangan setiap setelah memegang hewan peliharaan. Hindari juga kontak langsung dengan urine hewan.
  
Foto: Pixabay.com