3 Oktober 2026, 08:15 WIB
Last Updated 2026-10-03T01:15:58Z
BatamKAMPUSnasionalPendidikan

Roni Adi, Akademisi ITEBA dan Penggerak Organisasi Batam, Ikuti Pendidikan Kebangsaan Lemhannas RI

Advertisement


JAKARTA – Roni Adi, S.E., M.M., akademisi Institut Teknologi Batam (ITEBA) yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha, mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-75 Lemhannas RI.

Kegiatan nasional yang berlangsung selama 21–28 September 2026 di Jakarta tersebut mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Kehadiran Roni dalam program ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebangsaan yang dapat diterapkan dalam aktivitas akademik maupun pengabdian sosial.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai geopolitik, geostrategi, empat konsensus dasar bangsa, serta tantangan ekonomi nasional di tengah perubahan tatanan global.

Persoalan ketahanan industri dan gangguan rantai pasok menjadi salah satu pembahasan penting. Dalam pemaparan Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, Indonesia perlu memperkuat produksi domestik, mengembangkan industri bernilai tambah, dan mengurangi kerentanan akibat ketergantungan impor.

Sebagai dosen Program Studi Perdagangan Internasional ITEBA, Roni memiliki perhatian terhadap isu tersebut. Pengalaman mengikuti forum Lemhannas dinilai dapat memperluas perspektif pengajaran sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan kebutuhan sektor perdagangan.

Kiprah Roni sendiri tidak terbatas di lingkungan perguruan tinggi. Ia merupakan founder Perkumpulan Betawi Kita, Wakil Ketua Bidang Perdagangan DPD HKTI Kepri, Ketua Dewan Pakar DPD KNTI Kota Batam, Sekretaris DPD APKLI Merah Putih Kota Batam, serta Ketua Komtap Regulasi dan Kepabeanan KADIN Kota Batam.



Beragam peran tersebut mempertemukannya dengan persoalan pertanian, perikanan, perdagangan, kepabeanan, dan pemberdayaan masyarakat.

Roni menyampaikan komitmennya untuk meneruskan nilai kebangsaan dan semangat kemandirian ekonomi melalui dunia pendidikan serta jejaring organisasi.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam perdagangan internasional dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.